Keluarga Kesulitan Beli Susu Untuk Sofyan, Wartawan Kupas Merdeka Turun Tangan

JAKARTA (KM) — Kondisi Sofyan Manaf masih menjadi perhatian setelah pulang dari rumah sakit. Di tengah proses pemulihan, keluarga sebelumnya mengaku kesulitan secara ekonomi hingga untuk membeli susu sebagai tambahan nutrisi Sofyan pun harus meminta pertolongan.

Permohonan itu mendapat respons dari salah seorang wartawan Redaksi Kupas Merdeka yang memberikan bantuan pribadi sebesar Rp80 ribu khusus untuk pembelian susu. Dalam perkembangan terbaru, keluarga kemudian mengirimkan foto susu yang telah dibeli.

“Alhamdulillah Pak, terima kasih banyak,” tulis pihak keluarga dalam percakapan WhatsApp yang diterima redaksi.

Bantuan tersebut berawal dari keterangan ibunda Sofyan yang sebelumnya menyebut anaknya masih lemas dan belum mampu berdiri. “Perlu susu itu Pak, kayak kena gizi buruk juga, berdiri aja belum bisa Pak. Mohon dibantu Pak untuk gizinya Pak,” ungkapnya. Minggu (04/10/2026)

Redaksi menegaskan, istilah “kayak kena gizi buruk” merupakan ungkapan keluarga, bukan diagnosis medis. Namun berdasarkan dokumen medis yang diperoleh Redaksi Kupas Merdeka, Sofyan memang tercatat mengalami sejumlah persoalan kesehatan, antara lain muscle wasting and atrophy, feeding difficulties and mismanagement, anorexia, hypokalaemia, serta anaemia. Penyebab kondisi tersebut harus tetap didasarkan pada pemeriksaan dan keterangan tenaga medis.

Sofyan sebelumnya, menurut keluarga, menjalani rehabilitasi sekitar empat bulan di fasilitas yang dikaitkan dengan Yayasan Kelima Mandiri. Setelah kembali kepada keluarga dalam kondisi sakit dan lemah, Sofyan kemudian mendapatkan pertolongan dan perawatan medis.

Perkembangan lain yang menjadi perhatian, ketika Redaksi Kupas Merdeka menanyakan apakah pihak yayasan telah berusaha menghubungi keluarga setelah kondisi Sofyan menjadi sorotan, pihak keluarga menjawab, “Belum Pak.” Keterangan serupa juga disampaikan anggota keluarga lainnya: “Belum kayaknya Pak.”

Keterangan tersebut tentu masih membutuhkan klarifikasi dari Yayasan Kelima Mandiri. Redaksi tidak menyimpulkan bahwa pihak yayasan mengabaikan Sofyan maupun keluarganya. Namun kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai tindak lanjut dan tanggung jawab komunikasi setelah seorang mantan residen yang sebelumnya berada dalam penanganan fasilitas rehabilitasi tersebut mengalami persoalan kesehatan dan masih menjalani pemulihan.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Yayasan Kelima Mandiri terkait pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan Sofyan selama menjalani rehabilitasi, proses pengembaliannya kepada keluarga, serta apakah terdapat upaya komunikasi atau tindak lanjut terhadap kondisi Sofyan setelah kembali ke rumah.

Di tengah pertanyaan yang masih menunggu jawaban, kebutuhan Sofyan saat ini sederhana: kesehatan dan pemulihan. Ketika keluarga sampai kesulitan membeli susu, seorang wartawan Kupas Merdeka memilih turun tangan memberikan bantuan pribadi.

Jurnalisme bukan hanya mencatat persoalan dan mengajukan pertanyaan. Ketika kemanusiaan mengetuk pintu, kepedulian juga tak boleh kehilangan tempat.

Reporter: Gats

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.