Golok Road to UNESCO, Pesona Pusaka Nusantara di Pendopo Agung Trowulan
MOJOKERTO (KM) – Kekayaan pusaka Nusantara akan ditampilkan dalam gelaran Pesona Pusaka Nusantara di Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto. Agenda edukasi, sosialisasi, dan pameran pusaka ini akan berlangsung pada 6–8 November 2026 bertepatan dengan peringatan HUT Mojopahit ke-733.
Mengusung tema Golok Road to UNESCO , kegiatan ini digagas sebagai ruang bersama bagi pelestari budaya untuk mendorong pengakuan golok sebagai warisan budaya Indonesia yang mendunia.
Ketua Panitia Pesona Pusaka Nusantara, Ir. Gatut Susanta, menyebut kegiatan ini menitikberatkan pada edukasi masyarakat, sosialisasi pelestarian, pameran pusaka, serta kolaborasi lintas paguyuban.
Sejumlah paguyuban golok dipastikan terlibat, mulai dari Golok Tradisional Indonesia (GTI), Golok Tjikeroeh, Golok Cakung, hingga Golok Karawang. Kepanitiaan juga berkolaborasi dengan komunitas lokal Mojokerto, yakni Paguyuban Save Trowulan dan Paguyuban Tosan Aji Raden Wijaya.
Pameran yang dipamerkan diikuti oleh Pelestari, kolektor, perajin, dan komunitas pusaka dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Lombok, dan wilayah lainnya.
Pengunjung nantinya dapat mengenal lebih dekat ragam golok dan tosan aji, mulai dari sejarah, filosofi, ciri khas, hingga teknik pembuatan tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Selain menjadi ajang silaturahmi pelestari, kegiatan ini juga menyasar generasi muda agar lebih mengenal pusaka. Di sisi lain, gelaran ini diharapkan mampu mendorong promosi kerajinan budaya dan produk UMKM berbasis kearifan lokal.
Tema Golok Road to UNESCO menjadi simbol gerakan bersama untuk memperjuangkan pengakuan golok di tingkat internasional. Meski demikian, status resmi dari UNESCO tetap harus melalui tahapan dan mekanisme pengusiran yang berlaku.
Dipilihnya kawasan bersejarah Trowulan sebagai lokasi kegiatan yang diharapkan mampu membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur dan menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama.
Momentum HUT Mojopahit ke-733 ini sekaligus menegaskan pesan bahwa pusaka bukan hanya benda peninggalan masa lalu, melainkan identitas, pengetahuan, dan kebanggaan bangsa yang wajib dijaga dan diwariskan.
Reporter: Ki Medi
Editor: Yoe
Leave a comment