Dua Wartawan Mengaku Diintimidasi di Ciomas, Dugaan Keterkaitan Kepala SPPG Dilaporkan ke Polres Bogor
BOGOR (KM) — Dua wartawan, Dede dan Wahyu, mengaku mengalami intimidasi oleh sejumlah oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) saat melakukan pertemuan dengan seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Dramaga Babakan di sebuah kafe di kawasan Ciomas, Senin (19/10/2026).
Keduanya menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan investigasi jurnalistik mengenai dugaan pelanggaran etik yang melibatkan Kepala SPPG berinisial Mahpud, yang disebut berstatus ASN PPPK.
Menurut Dede, pertemuan itu awalnya berlangsung santai. Namun, situasi berubah ketika Mahpud diduga menyodorkan sejumlah uang dan meminta dirinya menghitung uang tersebut. Tak lama kemudian, seorang berinisial JW bersama sejumlah orang yang disebut sebagai anggota ormas datang dan mengerumuni mereka.
“Kita dibentak-bentak dan diintimidasi. Bahkan, kita dilarang menggunakan HP,” ujar Dede, seraya menyebut intimidasi berlangsung sekitar dua jam.
Sebelumnya, pada Sabtu (17/10/2026), Mahpud disebut telah bertemu dengan wartawan di sebuah kafe di Cibinong untuk menanggapi temuan berupa foto dan video yang dimiliki redaksi. Dalam pertemuan itu, menurut keterangan wartawan, Mahpud mengakui foto dan video tersebut memperlihatkan dirinya bersama seorang relawan SPPG. Ia juga menjelaskan kedekatannya dengan relawan sebagai sikap friendly.
Wartawan tersebut mengaku sempat menerima tawaran sejumlah uang agar pemberitaan tidak dilanjutkan. Tawaran itu disebut telah ditolak.
Dede menduga pertemuan berikutnya di Ciomas menjadi awal terjadinya intimidasi. Namun, dugaan keterlibatan dan perencanaan oleh pihak-pihak terkait masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan.
Atas kejadian tersebut, Dede menyatakan pihaknya bersama redaksi telah melaporkan dugaan intimidasi itu ke Polres Bogor.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak Kepala SPPG maupun JW mengenai tudingan tersebut. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian mengenai perkembangan laporan, diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang.
Reporter: Set
Leave a comment