Ketua Yayasan Sebut Rawat Inap Darly Gratis, Keluarga Minta Kepastian: “Jangan Saat Pulang Muncul Biaya Besar
JAKARTA (KM) — Keluarga Darly R. Ratumbuysang alias Girly meminta kepastian atas pernyataan pihak yang dalam percakapan WhatsApp tersimpan sebagai “Alif Ketua Yayasan Ultra” yang menyebut Darly akan menjalani rawat inap secara gratis karena kondisi ekonomi keluarganya tidak mampu.
Pernyataan tersebut menjadi penting bagi keluarga setelah sebelumnya mereka mengaku memperoleh informasi mengenai biaya rehabilitasi yang disebut mencapai Rp5 juta dan sempat dibicarakan hingga sekitar Rp3,5 juta.
Karena tidak mampu, keluarga kemudian mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kondisi ekonomi keluarga juga telah disampaikan kepada pihak yang menangani Darly.
Dalam percakapan WhatsApp yang diperlihatkan kepada Redaksi Kupas Merdeka, pihak yang kontaknya tersimpan sebagai “Alif Ketua Yayasan Ultra” menyampaikan:
“Dikarenakan keluarga tidak mampu ya kami terima untuk rawat inap gratis.”
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab merehabilitasi Darly berdasarkan rekomendasi Tim Asesmen Terpadu (TAT) dan menyatakan hanya melaksanakan sesuai rekomendasi tersebut.
Pernyataan “rawat inap gratis” itu kini dipegang keluarga. Namun keluarga masih diliputi kekhawatiran: apakah benar seluruh proses rehabilitasi Darly akan bebas biaya hingga selesai?
Keluarga berharap tidak muncul tagihan dalam jumlah besar ketika Darly nantinya selesai menjalani program atau hendak dipulangkan.
“Kami cuma ingin kepastian benar-benar gratis. Jangan nanti setelah selesai atau mau pulang baru muncul biaya yang harus dibayar,” demikian kekhawatiran keluarga yang disampaikan kepada Redaksi Kupas Merdeka.
Keluarga menegaskan tidak mempersoalkan apabila Darly memang harus menjalani rehabilitasi berdasarkan prosedur dan rekomendasi yang sah. Yang mereka minta adalah keterbukaan mengenai tempat rehabilitasi, jangka waktu program, komunikasi dengan keluarga, serta kepastian pembiayaan.
Terlebih, menurut keluarga, sebelumnya sempat terdapat pembicaraan mengenai biaya. Karena itu, pernyataan bahwa Darly akan memperoleh “rawat inap gratis” diharapkan tidak hanya berhenti sebagai komunikasi melalui WhatsApp, tetapi dapat dipastikan pelaksanaannya sampai program rehabilitasi berakhir.
Redaksi Kupas Merdeka memandang sejumlah hal masih memerlukan verifikasi, termasuk kapasitas pihak yang memberikan pernyataan tersebut, skema pembiayaan yang berlaku, serta keberadaan dan isi rekomendasi TAT yang disebut sebagai dasar rehabilitasi Darly.
Pertanyaan utamanya sederhana: apakah “rawat inap gratis” berarti keluarga benar-benar tidak dibebankan biaya apa pun sampai Darly selesai menjalani program dan kembali kepada keluarganya?
Kepastian itu penting agar keluarga yang telah menyatakan ketidakmampuan ekonomi tidak menghadapi tagihan yang sebelumnya tidak mereka ketahui.
Redaksi Kupas Merdeka tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada ULTRA/Ultra Addiction Center, Yayasan Pemulihan Natura Indonesia, maupun pihak terkait lainnya untuk menjelaskan secara resmi mekanisme pembiayaan Darly, termasuk apabila terdapat komponen biaya yang tidak termasuk dalam pernyataan “rawat inap gratis”.
Bagi keluarga, harapannya kini jelas: Darly menjalani proses rehabilitasi sebagaimana mestinya, tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga, dan ketika program selesai dapat kembali ke rumah tanpa muncul beban biaya yang tidak pernah disepakati sebelumnya.
Redaksi akan terus melakukan konfirmasi dan verifikasi terhadap perkembangan persoalan ini dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, keberimbangan, serta hak jawab pihak terkait.
Reporter: Gast/Hutam
Leave a comment