Keluarga Pertanyakan Perpindahan Reno dari Serpong ke Depok hingga Bogor
DEPOK (KM) — Keluarga seorang pria bernama Reno mempertanyakan rangkaian perpindahan rehabilitasi yang dialaminya. Berdasarkan pengaduan istri dan orang tua Reno kepada Redaksi Kupas Merdeka, Reno sebelumnya berada di fasilitas yang disebut keluarga sebagai Yayasan Hasta Brata Nusantara, Serpong, Tangerang Selatan, sebelum kemudian dipindahkan ke Yayasan Bersama Kita Berkarya (YBKB) Depok dan selanjutnya ke Yayasan Bersama Kita Pulih (Besakih), Bogor.
Rangkaian tersebut disebut keluarga berlangsung:
POLRES SERANG → HASTA BRATA NUSANTARA SERPONG → YBKB DEPOK → BESAKIH BOGOR.
Redaksi menegaskan istilah “dipindahkan” merupakan keterangan keluarga dan belum menjadi kesimpulan mengenai mekanisme rujukan maupun aspek hukum.
Persoalan utama yang kini dipertanyakan adalah siapa yang memutuskan perpindahan Reno dari Serpong ke Depok, kemudian dari Depok ke Bogor?
Keluarga mempertanyakan apakah setiap perpindahan disertai surat rujukan, berita acara serah terima, hasil asesmen, serta pemberitahuan dan persetujuan keluarga.
KELUARGA PERTANYAKAN ALASAN PERPINDAHAN
Menurut keluarga, Reno tidak lama berada di Depok sebelum akhirnya kembali dipindahkan ke Besakih Bogor.
Karena itu, YBKB Depok diminta menjelaskan alasan Reno dipindahkan, apakah berdasarkan evaluasi rehabilitasi, kebutuhan medis atau psikososial, kapasitas fasilitas, persoalan administratif, maupun alasan lainnya.
Keluarga juga mempertanyakan apakah persoalan biaya mempunyai hubungan dengan perpindahan tersebut.
Namun, Redaksi belum menyimpulkan adanya hubungan antara kemampuan membayar dengan keputusan pemindahan sebelum memperoleh penjelasan dari pihak terkait.
Istri Reno mengaku mengalami kesulitan ekonomi.
“Saya uang dari mana, Pak? Buat bayar kontrakan aja saya belum bayar, makan anak saya juga dari orang tua,” ungkapnya.
Orang tua Reno juga menyampaikan kondisi serupa.
“Saya selaku orang tua Reno. Saya nggak mampu, Pak, nggak ada duit. Sudah berusaha saya ke mana-mana pinjam ke saudara, ke tetangga, nggak ada,” tuturnya.
STATUS DAN BIAYA YBKB JUGA DIPERTANYAKAN
Selain proses pemindahan, keluarga meminta kejelasan mengenai biaya selama Reno berada di YBKB Depok.
Berapa biaya yang dikenakan, apa komponennya, apakah ada perjanjian pembiayaan, serta apakah setiap pembayaran disertai bukti resmi?
Redaksi juga meminta YBKB menjelaskan status IPWL, izin operasional, serta legalitas fasilitas yang menerima Reno pada saat itu.
Sementara itu, berdasarkan dokumen yang diperoleh Redaksi, Yayasan Bersama Kita Pulih (Besakih) tercantum dalam daftar IPWL wilayah Jawa Barat. Adapun status YBKB Depok masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan dokumen lebih lanjut.
ENAM PERTANYAAN UNTUK YBKB DEPOK
Redaksi Kupas Merdeka meminta klarifikasi YBKB Depok terkait enam hal utama:
1. Apakah benar YBKB menerima Reno dari Hasta Brata Nusantara Serpong?
2. Siapa yang menyerahkan Reno dan dokumen apa yang menyertainya?
3. Bagaimana status IPWL dan legalitas fasilitas YBKB saat Reno diterima?
4. Berapa biaya rehabilitasi Reno dan apa rinciannya?
5. Mengapa Reno kemudian dipindahkan ke Besakih Bogor dan siapa yang mengambil keputusan?
6. Apakah kemampuan keluarga membayar memiliki hubungan dengan keputusan tersebut?
Redaksi memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada YBKB Depok maupun pihak lain yang terkait.
Seluruh informasi mengenai perpindahan Reno dalam berita ini masih berdasarkan keterangan keluarga dan membutuhkan konfirmasi serta dokumen pendukung. Redaksi tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hukum oleh lembaga mana pun.
Yang perlu dijelaskan adalah sederhana: siapa yang memindahkan Reno, apa dasar keputusannya, apakah prosedurnya terdokumentasi, dan mengapa rehabilitasinya harus berpindah dari Serpong ke Depok hingga Bogor?
Reporter: Gats
Leave a comment