Keluarga Pertanyakan Penempatan Lulu di Rehab Cisarua, Biaya Disebut Turun dari Rp15 Juta ke Rp5 Juta
BANDUNG (KM) — Keluarga Lulu Risnawati mempertanyakan proses penempatannya di Lembaga Bahtera Adiksi Bandung, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Keluarga mengaku tidak mendapat penjelasan memadai sebelum Lulu dibawa ke tempat rehabilitasi.
Menurut keterangan keluarga, pembicaraan biaya sempat menyebut angka Rp15 juta, kemudian Rp7,5 juta hingga Rp5 juta. Dalam tangkapan layar percakapan dengan kontak bernama “Sisca Rehab”, keluarga disebut menanyakan kemungkinan Lulu pulang dengan biaya Rp2 juta. Namun, muncul jawaban, “Ga bisa ya dengan nominal 2” dan “Coba di 5.”
Ketika keluarga menyatakan hanya mampu Rp3 juta, nominal tersebut disebut akan diajukan kepada atasan, sebelum kemudian keluarga mendapat jawaban bahwa angka Rp5 juta tetap tidak berubah.
Keluarga mempertanyakan dasar biaya Rp5 juta tersebut, termasuk apakah merupakan biaya pelayanan rehabilitasi atau berkaitan dengan pemulangan Lulu.
Selain persoalan biaya, keluarga juga meminta kejelasan mengenai prosedur penempatan Lulu, termasuk asesmen, rekomendasi rehabilitasi, dokumen penyerahan, serta penjelasan kepada keluarga mengenai program dan biaya.
Status Bahtera Adiksi sebagai lembaga rehabilitasi juga membutuhkan klarifikasi. Nama Yayasan Bahtera Adiksi disebut tidak terlihat dalam daftar lembaga masyarakat Jawa Barat pada Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 257/HUK/2025 tentang penetapan IPWL. Namun, hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan lembaga tidak memiliki izin atau legalitas lain.
Hingga berita ini disusun, keterangan keluarga dan percakapan yang diterima redaksi masih memerlukan konfirmasi dari pihak Bahtera Adiksi dan Sat Res Narkoba Polrestabes Bandung.
Kupas Merdeka membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait.
Reporter: Gats/Hutam
Leave a comment