Sampah Penuhi Kali Ciliwung, PWI Bogor dan Berbagai Elemen Turun Bersihkan Sungai di Momentum Kemerdekaan

Keterangan foto: PWI Kabupaten Bogor bersama sejumlan elemen turun dalam aksi bersih-bersih Mali Ciliwung di momentum HUT RI. (Dok:Istimewa)

BOGOR (KM) — Kali Ciliwung di wilayah Kelurahan Kradenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi lokasi aksi bersih-bersih sungai dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (16/8/2026).

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Daerah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, Polres Bogor, Kodim Bogor, komunitas penjaga sungai, Domba Tobing bersama gerakan Kita Bisa Sungai Terjaga, para jurnalis, hingga berbagai elemen masyarakat.

Para peserta turun langsung menyusuri aliran Ciliwung dan menemukan tumpukan sampah yang sebagian besar sulit terurai — mulai dari plastik, botol air mineral, popok sekali pakai, pembalut, styrofoam, pakaian bekas, kain, hingga sampah rumah tangga lainnya.

Temuan tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah di badan sungai masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, aparat, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat secara bersamaan.

PWI: Bukan Sekadar Seremonial

Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, menegaskan aksi bersih sungai ini bukan sekadar kegiatan seremonial menyambut HUT Kemerdekaan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral menjaga lingkungan.

“Kemerdekaan bukan hanya bagaimana kita mengibarkan bendera, tetapi juga bagaimana kita merawat lingkungan tempat kita hidup. Sungai adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena itu, PWI bersama pemerintah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat harus ikut menjaga Kali Ciliwung agar tetap bersih dan lestari,” kata Dedy.

(Dok: Istimewa)

Ia menilai persoalan sampah sungai tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Dibutuhkan perubahan perilaku masyarakat, fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, serta kebijakan pemerintah yang tegas dan konsisten.

“Kesadaran masyarakat harus terus dibangun. Pemerintah juga perlu menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang memadai, sementara aturan harus ditegakkan. Kalau semua berjalan bersama, persoalan sampah di sungai bisa kita tekan,” ujarnya.

Media Diminta Jadi Bagian Solusi

Pembina Bogor Media Siber Network (BMSN) yang juga anggota PWI Kabupaten Bogor, Nuropik, menambahkan bahwa persoalan kebersihan sungai harus menjadi perhatian semua pihak dan tidak berhenti pada momentum Hari Kemerdekaan semata.

“Sungai merupakan sumber kehidupan dan bagian dari ekosistem yang harus dijaga bersama. Ketika sampah terus dibuang ke sungai, dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik lewat pemberitaan dan edukasi lingkungan.

“Pers tidak hanya memberitakan persoalan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari solusi. Kita perlu terus mengedukasi masyarakat bahwa membuang sampah ke sungai bukan kebiasaan yang boleh dianggap biasa. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah, DPRD, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” tambahnya.

Apresiasi dari Kepolisian

Perwakilan Polres Bogor, Iptu Luvi, mengapresiasi inisiatif PWI bersama komunitas dan berbagai elemen yang turun langsung membersihkan Kali Ciliwung.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan PWI bersama komunitas dan seluruh pihak yang ikut turun langsung membersihkan Kali Ciliwung. Memang sudah seharusnya sungai kita jaga bersama, karena sungai merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dan lingkungan,” ungkap Iptu Luvi.

Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan sungai membutuhkan kepedulian semua pihak, tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga masyarakat yang berinteraksi langsung dengan lingkungan sungai.

Dorongan bagi Pemkab Bogor
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor bersama DPRD dan dinas terkait agar memperkuat kebijakan pengelolaan sampah — mulai dari penyediaan tempat pembuangan, fasilitas pengangkutan, edukasi masyarakat, hingga sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Penegakan peraturan daerah soal kebersihan dan lingkungan juga dinilai perlu dilakukan secara konsisten agar sungai tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah.

PWI Kabupaten Bogor bersama komunitas berharap aksi bersih Kali Ciliwung dapat menjadi gerakan berkelanjutan, tidak hanya digelar pada momentum Hari Kemerdekaan, dan tumbuh dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, komunitas, hingga seluruh pemangku kepentingan.

“Kalau sungai bersih, lingkungan sehat dan masyarakat nyaman. Menjaga Ciliwung bukan tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, persoalan sampah sungai harus menjadi perhatian semua pihak dan ditangani secara bersama-sama serta berkelanjutan,” pungkas Dedy Firdaus.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.