Kasus Sita Hp 2 Minggu, Silakan Pindah Sekolah Kalau Tidak Terima Aturan

Kolom oleh Hero Akbar N, MM/ Moses *)

Pernyataan seorang guru yang menyarankan orang tua untuk “silakan pindah sekolah kalau tidak terima aturan” layak mendapat sorotan kritis.

 

Alih-alih menunjukkan wibawa pendidikan, kalimat tersebut justru mencerminkan sikap defensif dan kurang bijak dalam membangun komunikasi dengan orang tua.

 

Pendidikan seharusnya menjadi ruang kolaborasi antara sekolah dan keluarga, bukan arena ancaman yang menutup pintu dialog.

 

Dari sisi hukum, tindakan membuka isi HP siswa tanpa izin jelas melanggar hak privasi yang dilindungi oleh UU ITE dan KUHP. Menahan HP hingga berminggu-minggu juga tidak memiliki dasar hukum, sebab aturan resmi hanya membolehkan penitipan sementara selama jam pelajaran.

 

Orang tua berhak menyampaikan keberatan melalui mekanisme resmi, bahkan melalui media, sebagai bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi.

 

Melabeli sikap tersebut sebagai “membela kesalahan anak” adalah bentuk penyederhanaan yang tidak adil.

 

Secara etika pendidikan, ancaman “pindah sekolah” merusak semangat kemitraan antara sekolah dan orang tua.

 

Guru seharusnya menjadi teladan dalam komunikasi yang santun, bukan memperuncing konflik dengan retorika yang merendahkan.

 

Menyamakan aturan HP dengan seragam lalu menyuruh “cari sekolah lain” memperlihatkan sikap yang tidak menghargai peran orang tua sebagai mitra pendidikan. Dialog terbuka jauh lebih mendidik daripada retorika yang menutup ruang diskusi.

 

Kesimpulannya, pernyataan guru tersebut bukanlah kebijakan yang benar, melainkan bentuk komunikasi yang berpotensi memperburuk citra sekolah.

 

Sekolah memang berhak menegakkan tata tertib, tetapi tidak boleh melanggar privasi siswa, tidak boleh menahan barang pribadi terlalu lama, dan tidak boleh menutup ruang dialog dengan orang tua. Pendidikan bukan sekadar disiplin, melainkan juga penghormatan terhadap hak-hak dasar siswa dan orang tua.

 

Kalimat bernada arogan hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan, sementara yang dibutuhkan adalah sikap terbuka, dialogis, dan solutif.

 

*) – Pendiri kupasmerdeka.com

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.