Dukung Pelestarian Cerita Rakyat, Bupati Bogor Gelar Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026

(Dok:Istimewa)

BOGOR (KM) – Atas arahan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian cerita rakyat dan tradisi lisan melalui penyelenggaraan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026.

Gelaran edukatif ini berlangsung khidmat di Auditorium Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor pada 22-23 Agustus 2026.Festival yang diinisiasi oleh PT Navaswara Bhuwana Kencana tersebut kini resmi memasuki jilid ketiga, setelah sukses digelar di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten.

Di tahun 2026 ini, Bumi Pasundan dipilih menjadi tuan rumah dengan mengusung tema besar “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan.

Pantauan di lokasi, suksesnya agenda ini berkat kolaborasi apik dari berbagai elemen strategis, termasuk jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bogor. Langkah konkret ini diharapkan mampu memperkuat ruang-ruang kreatif berbasis kebudayaan sekaligus membakar semangat generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan merawat warisan cerita rakyat nusantara.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, melayangkan apresiasi tinggi atas bergulirnya festival ini. Pihaknya menilai, gerakan mendongeng adalah mitra taktis pemerintah dalam mendongkrak budaya literasi sekaligus benteng pertahanan bahasa daerah.

“Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah. Kami sangat berharap agenda yang diinisiasi oleh Kak Cahaya ini bisa terus ditingkatkan,” lugas Hafidz.

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa metode storytelling (mendongeng) efektif untuk membentuk karakter anak. Melalui dongeng, generasi penerus dapat diasah menguasai empat kompetensi krusial (4C), yakni critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi).

“Critical thinking harus dibiasakan sejak dini, dari SD hingga SMA. Kita perlu kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan besar. Pemprov Jabar mendukung penuh Festival Suara Nusantara ini,” cetus Herman.

Sementara itu, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bogor, Trian Turangga, yang hadir mewakili Bupati Bogor menyatakan kebanggaannya atas ruang ekspresi budaya yang mempertemukan anak-anak dari pelbagai latar belakang daerah ini.

“Setiap peserta membawa kisah, bahasa, dan kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing. Semoga momentum ini menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap warisan nusantara. Kita harus dukung anak-anak menyampaikan cerita rakyat lewat pendekatan kreatif,” ungkap Trian.

Terpisah, Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengaku tak menyangka animo masyarakat Jawa Barat begitu membludak.

“Jujur, saya sangat kaget melihat total pendaftar yang menembus angka 1.120 orang. Hari ini, tersisa 40 pendongeng terbaik dari 16 kabupaten dan kota yang siap unjuk gigi membawa bahasa daerahnya ke atas satu panggung,” pungkas Cahaya dengan nada optimis.

Reporter: Red
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.