Sengketa KNPI Kabupaten Bogor: Jangan Salahkan Bupati, Saatnya Introspeksi Diri

Foto: Aktivis Bogor, Hero Akbar/Moses (Dok.KM)

Oleh : Hero Akbar/Moses *)

(KM) – Konflik kepemimpinan di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Perbedaan klaim kepengurusan dan tarik-menarik kepentingan telah menciptakan kegaduhan yang justru menggerus marwah organisasi kepemudaan.

Dalam situasi seperti ini, menyalahkan Bupati Kabupaten Bogor bukanlah langkah yang tepat. Pemerintah daerah tidak seharusnya dijadikan kambing hitam atas persoalan internal organisasi yang semestinya mampu diselesaikan secara dewasa oleh para kader dan pengurus KNPI sendiri.

Sebagai organisasi yang menjadi wadah berhimpunnya para pemuda, KNPI dituntut mampu menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun penyelesaiannya harus mengedepankan musyawarah, aturan organisasi, dan kepentingan bersama, bukan ego kelompok atau kepentingan pribadi.

Pemimpin sejati bukan hanya mereka yang berhasil meraih jabatan, tetapi mereka yang mampu meredam konflik, menyatukan perbedaan, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas ambisi pribadi. Jabatan adalah amanah, bukan sekadar simbol kemenangan.

Sudah saatnya seluruh pihak yang bersengketa melakukan introspeksi diri. Bagaimana mungkin ingin memimpin organisasi kepemudaan jika persoalan internal saja tidak mampu diselesaikan dengan bijaksana? Kepemimpinan bukan diukur dari kerasnya suara atau banyaknya pendukung, melainkan dari kemampuan menghadirkan solusi dan menjaga persatuan.

Masyarakat berharap KNPI Kabupaten Bogor kembali menjadi rumah besar bagi pemuda yang melahirkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Energi pemuda seharusnya diarahkan untuk menjawab tantangan zaman, bukan habis dalam konflik berkepanjangan.

Menjadi pemimpin berarti siap menerima kritik, menghargai perbedaan, dan mengedepankan kebijaksanaan. Jika nilai-nilai itu belum mampu diwujudkan, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya sistem organisasi, melainkan juga cara berpikir dan sikap para calon pemimpinnya.

KNPI akan kembali dihormati bukan karena siapa yang menang dalam sengketa, tetapi karena para pemimpinnya mampu menunjukkan kedewasaan, integritas, dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan setiap persoalan.

*) Aktivis Bogor, Pendiri Media Kupas Merdeka

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.