Pengajian Ustadzah Halimah Alaydrus Diwarnai Duka, Panitia Larang Media Meliput Insiden Jamaah Meninggal
BOGOR (KM) – Pelaksanaan Pengajian Akbar yang digelar oleh Majelis Taklim (MT) BARKOT bersama MT Fatimah Azzahra di Gedung SBS Premiere Venue, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (24/07), berakhir duka dengan meninggalnya salah satu jemaah pengajian yang hadir.
Di tengah simpang siurnya informasi mengenai adanya jamaah yang tewas diduga akibat berdesakan, salah satu oknum panitia justru melakukan penghadangan dan tindakan represif terhadap wartawan yang sedang bertugas.
Insiden pelarangan dan ketegangan tersebut terjadi ketika sejumlah media awak mencoba meminta konfirmasi serta klarifikasi kepada panitia penyelenggara terkait kronologi jatuhnya korban jiwa.
Bukannya mendapatkan keterbukaan informasi, para jurnalis justru diusir dari daerah kegiatan. Seorang oknum panitia meminta wartawan untuk keluar dan hanya memperbolehkan menunggu di luar area pagar tanpa penjelasan lebih lanjut.
Tak sampai di situ, intimidasi fisik juga dialami oleh salah satu jurnalis di lapangan ketika acara mulai usai. Saat wartawan mencoba mengambil gambar dan video untuk merekam suasana kepulangan jamaah yang membludak, oknum panitia secara agresif melakukan pelarangan dengan menarik tas salah satu jurnalis secara paksa untuk menghentikan proses peliputan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kemacetan jamaah yang membludak diperkirakan melebihi kapasitas gedung. Acara yang dijadwalkan mulai pukul 07.00 WIB dikabarkan molor hingga pukul 09.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara terkesan bungkam dan belum memberikan keterangan resmi sama sekali terkait kapasitas lokasi, jumlah riil jamaah yang hadir, serta langkah penanganan medis yang dilakukan. Upaya konfirmasi kepada pihak penyelenggara dan pihak yang berwenang masih terus dilakukan untuk meluruskan simpang siur penyebab pasti meninggalnya jamaah tersebut.
Reporter: Septiawan
Leave a comment