Ketua PWI Kabupaten Bogor Luruskan Polemik Safari Jurnalis di Desa Kemang

Keterangan foto: Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus

BOGOR (KM) – Safari Jurnalis merupakan salah satu program unggulan PWI Kabupaten Bogor yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat di tingkat desa, khususnya mengenai tugas dan fungsi wartawan serta perkembangan media di era disrupsi digital.

Peserta program ini meliputi kepala desa, pengurus LPM, pelaku pendidikan, tenaga kesehatan, unsur kepemudaan, hingga anggota PWI Kabupaten Bogor. Kegiatan diselenggarakan di kantor desa maupun kantor kecamatan dengan tujuan mempererat silaturahmi antara wartawan yang tergabung di PWI Kabupaten Bogor dengan masyarakat pedesaan.

“Kegiatan Safari Jurnalis ini sudah berlangsung sejak masa kepemimpinan ketua PWI Kabupaten Bogor terdahulu, sebelum saya menjabat,” ujar Ketua PWI Kabupaten Bogor Dedy Firdaus (14/7/2026).

Sepanjang 2026, PWI Kabupaten Bogor telah menyelenggarakan lima kali kegiatan Safari Jurnalis, yakni di Desa Gunung Putri (Kecamatan Cibinong), Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Cisarua, dan Desa Kemang.

“Selama ini kegiatan berjalan lancar dan responsnya cukup baik,” tutur Dedy.

Namun, dalam kegiatan di Desa Kemang, terjadi miskomunikasi antara pernyataan salah satu pembicara dengan sejumlah wartawan di luar PWI Kabupaten Bogor yang hadir dalam acara tersebut.

Sejumlah wartawan mempersoalkan jawaban pembicara atas pertanyaan salah satu kepala desa terkait kewajiban wartawan memiliki kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan media terverifikasi Dewan Pers — pernyataan yang dinilai seolah mendiskreditkan wartawan yang belum memiliki UKW.

“Selesai acara, saya diwawancarai sejumlah wartawan soal pernyataan pembicara itu. Saat itu juga, atas nama pribadi maupun organisasi, saya sudah meminta maaf. Tidak ada niat menyinggung teman-teman, apalagi menggurui. Tujuannya murni berbagi ilmu dan mengedukasi anggota,” papar Dedy.

Ia menyayangkan pernyataan klarifikasinya tersebut tidak dimuat dalam pemberitaan yang kemudian berkembang menjadi polemik di kalangan wartawan, sehingga menimbulkan stigma negatif terhadap sesama profesi.

Itikad baik PWI Kabupaten Bogor juga ditunjukkan lewat video permintaan maaf salah satu pembicara, yang dibuat kurang dari 24 jam setelah kegiatan berlangsung — namun video tersebut disebut Dedy juga tidak ikut diberitakan.

“Sehari setelah kejadian, teman-teman wartawan mendatangi kantor kami, termasuk yang hadir saat acara di Desa Kemang. Kami berdiskusi meluruskan persoalan itu, bahkan kami diminta menyampaikan permohonan maaf kembali sambil direkam,” ujarnya.

Dedy berharap persoalan ini tidak berlarut-larut. Ia mengajak seluruh wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Bogor mengedepankan profesionalisme dan kode etik jurnalistik dalam menulis berita secara berimbang, agar tidak menimbulkan stigma negatif antarsesama profesi.

“Profesi kita sama-sama wartawan, tidak ada perbedaan. Bukan hanya wartawan di luar PWI, anggota PWI Kabupaten Bogor sendiri banyak yang belum UKW. Sudah menjadi kewajiban bersama menjaga marwah dan nama baik profesi ini. Sekali lagi, atas nama pengurus, saya sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” tutup Dedy Firdaus.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.