Kapolsek Leuwiliang Bantah Jamaah Pengajian Meninggal karena Berdesak-desakan

BOGOR (KM) – Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto, meluruskan isu liar yang beredar di masyarakat terkait meninggalnya seorang jamaah dalam acara Pengajian Akbar di Gedung SBS Premiere Venue, Jalan Lingkar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jumat (24/7).

 

Maryanto menegaskan bahwa korban meninggal dunia pada waktu subuh akibat kondisi kesehatannya, bukan karena berdesak-desakan seperti narasi yang sempat viral di media sosial.

 

“Saya ingin meluruskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada waktu subuh, bukan siang ataupun pagi sebagaimana informasi yang beredar. Kejadian ini juga bukan disebabkan oleh kondisi berdesak-desakan,” ujar Kompol Maryanto, Jumat (24/7).

 

Petaka bermula sekitar pukul 04.00 WIB saat jamaah mulai memadati lokasi. Korban yang diketahui merupakan warga Kecamatan Ciampea tersebut dilaporkan tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 hingga 03.30 WIB. Tak lama setelah tiba, pihak penyelenggara melaporkan adanya jamaah yang pingsan.

 

“Anggota kami kemudian menerima laporan dari pihak penyelenggara bahwa ada seorang jemaah yang pingsan. Korban langsung dievakuasi dan diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas Maryanto.

 

Sementara itu, pihak RSUD R. Moh. Noh Nur Lewiliang, membenarkan bahwa mereka menerima dua orang pasien dari acara pengajian yang diinisiasi oleh Majelis Taklim Barkot dan Majelis Taklim Fatimah Azzahra tersebut.

 

“Satu pasien mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang karena kondisinya baik. Sementara satu pasien lainnya tiba di RSUD dalam kondisi Dead on Arrival (DOA) atau meninggal dalam perjalanan,” ungkap perwakilan RSUD Leuwiliang.

 

Korban meninggal diketahui berinisial IF (49), warga Kecamatan Ciampea. Pihak medis sempat melakukan tindakan kedaruratan sesuai SOP, mulai dari Resusitasi Jantung Paru (RJP), Bantuan Hidup Dasar (BHD), hingga rekam jantung (EKG). Namun, nyawa korban tetap tidak tertolong.

 

Sementara itu, satu pasien lain yang dirawat mengeluhkan nyeri ulu hati yang diduga kuat karena belum sempat makan sebelum menghadiri acara. Setelah kondisinya stabil, pasien tersebut langsung diizinkan pulang.

 

Namun demikian, pihak RSUD R. Moh. Noh Nur Lewiliang, tidak memberikan informasi detail terkait waktu pasti kedatangan korban ketika dibawa ke RS.

 

Reporter: Septiawan

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.