Pakar Politik: Relawan Jokowi Dinilai Jadi Sumber Kegaduhan Politik

Jakarta (KM)— Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai keberadaan relawan politik yang tetap aktif setelah presiden tidak lagi menjabat menjadi salah satu sumber kegaduhan politik yang tak kunjung usai.

 

Dalam pernyataannya, Rabu (24/6/2026), Jerry secara khusus menyoroti fenomena relawan mantan Presiden Joko Widodo yang menurutnya masih bergerak di ruang publik meski Jokowi telah mengakhiri masa jabatannya.

 

“Saya mendorong agar ada aturan dan undang-undang yang melarang keberadaan relawan setelah seorang presiden pensiun,” ujar Jerry.

 

Ia menilai, keberadaan kelompok relawan yang terus aktif justru memicu polemik politik berkepanjangan. Menurutnya, revisi terhadap Undang-Undang Pemilu diperlukan untuk mengatur secara tegas posisi mantan presiden dan kelompok pendukungnya setelah tidak lagi menjabat.

 

Jerry juga melontarkan kritik terhadap sejumlah organisasi relawan yang selama ini dikenal dekat dengan Jokowi. Ia menilai kelompok tersebut kerap menimbulkan kontroversi di ruang publik, termasuk dalam polemik hukum terkait ijazah Jokowi yang melibatkan sejumlah tokoh relawan dan pengacara.

 

Pernyataan Jerry kembali memunculkan perdebatan mengenai peran relawan politik dalam demokrasi pasca- kekuasaan.

 

Sebagian pihak menilai relawan adalah bagian dari dinamika politik yang wajar, sementara lainnya menganggap keberadaan mereka berpotensi mengganggu stabilitas politik.

 

Reporter: rso

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*