Pakar Nilai Pemecatan Kepala BGN Dadan Hindayana sebagai Langkah Bijak Prabowo

Direktur P3S/ Pakar politik Amerika Serikat, Jerry Massie Ph.D
JAKARTA (KM) – Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah tegas Presiden Prabowo Subianto yang mencabut jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Menurut Jerry, pemecatan tersebut merupakan keputusan yang sangat bijak mengingat rekam jejak dan berbagai kontroversi yang muncul selama kepemimpinan Dadan.
Jerry menilai, Dadan yang diketahui merupakan orang dekat sekaligus pilihan Presiden ke-7 Joko Widodo saat menjabat, dinilai sudah tidak becus dalam memimpin lembaga tersebut.
“Memang ketegasan Prabowo patut diapresiasi. Jadi tak ada anggapan bahwa Prabowo disetir Jokowi, buktinya orang dekat dan kepercayaan presiden ke-7 ini dicopot oleh Prabowo,” ujar Jerry dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2026).
Selama memimpin BGN, Jerry menyoroti sederet kebijakan kontroversial yang digagas oleh Dadan. Mulai dari wacana makan serangga, pengadaan motor listrik, pembagian kaos, sepatu, hingga semir sepatu, pembangunan kampus SPPG, hingga wacana program Makan Bergizi Gratis (MBG) go international.
Menurut Jerry, berbagai ide tersebut tidak hanya janggal, tetapi juga membuka celah korupsi. “Ini ada indikasi dan upaya mengkorupsi. Kalau tak dihentikan maka sangat berbahaya,” tegasnya.
Dugaan ketidakberesan di tubuh BGN juga diperkuat dengan penggerebekan yang baru-baru ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Jerry meyakini, penyitaan dokumen dalam penggeledahan tersebut akan membuka bukti skandal korupsi yang selama ini tertutupi.
Selain dugaan korupsi, Jerry juga menyoroti banyaknya keganjalan di lapangan selama Dadan memimpin. Kasus keracunan massal yang menimpa siswa-siswi, peredaran makanan basi dan kedaluwarsa, hingga penganggaran yang tidak transparan menjadi catatan kelam program MBG.
Belum lagi, Dadan kerap melontarkan pernyataan yang memicu polemik, seperti wacana kewajiban anak-anak mengonsumsi susu hingga dua liter per hari yang dinilai tidak realistis oleh pakar gizi. Selain itu, Dadan juga mengalokasikan anggaran fantastis mencapai Rp 1,2 triliun khusus untuk sistem Teknologi Informasi (IT) dan pengadaan CCTV pemantau distribusi makanan.
Di luar masalah kebijakan, Jerry juga menyoroti masalah kedisiplinan Dadan yang dinilai menurun. “Dia tak disiplin lagi, dan sempat terciduk lagi bermain golf,” tambahnya.
Melalui pemecatan ini, Jerry berharap hal tersebut menjadi sinyal keras bagi seluruh jajaran birokrasi di bawah pemerintahan Prabowo. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir pejabat yang tidak berpihak pada kepentingan publik.
“Bukan hanya Dadan, siapapun pejabat yang tak berpihak kepada rakyat, tak mau dengar keluhan rakyat, serta bikin susah rakyat, siap-siap saja dicopot,” pungkas Jerry.(*)
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*