Motor Ditarik ‘Mata Elang’ di Ciawi, Debitur Kebingungan Cari Keberadaan Kendaraannya

BOGOR (KM) – Tindakan penarikan kendaraan oleh oknum petugas penagihan lapangan atau yang populer disebut “Mata Elang” (Matel) kembali memicu persoalan. Seorang warga mengaku kebingungan karena sepeda motor milik adik iparnya yang ditarik paksa, kini keberadaannya justru tidak jelas akibat informasi yang simpang siur.

 

Peristiwa ini bermula pada Senin malam (29/6/2026), saat sepeda motor milik adik ipar dari seorang warga bernama Aki, dicegat dan diamankan oleh sejumlah oknum matel di jalanan karena diduga menunggak pembayaran.

 

Keesokan harinya, Aki mendatangi lokasi pencegatan di sekitar RSUD Ciawi untuk mencari kejelasan. Pihak di lapangan kemudian mengarahkannya ke Kantor Leasing Kredit Plus untuk menjalani proses wawancara sekaligus melacak posisi motor.

 

Usai dari kantor leasing, Aki kembali berkomunikasi dengan petugas lapangan. Kali ini, ia mendapat informasi bahwa motor tersebut sudah digiring ke gudang penyimpanan kendaraan di kawasan PD Hasan, Tajur, Kota Bogor.

 

Mendapat titik terang, Aki langsung meluncur ke lokasi gudang di Tajur. Di sana, ia mengaku bertemu dengan sekitar 7 hingga 10 orang yang diduga sebagai petugas penagihan, termasuk pihak yang disebut-sebut sebagai koordinator.

 

Namun, setelah gudang diperiksa, sepeda motor yang dicari ternyata tidak ada di lokasi tersebut. Informasi yang berubah-ubah ini sontak membuat pihak keluarga korban merasa dipermainkan.

 

“Saya hanya ingin tahu motor itu sebenarnya ada di mana. Jangan sampai informasi yang diberikan berbeda-beda sehingga membuat keluarga debitur semakin bingung,” keluh Aki dengan nada kecewa.

 

Kasus ini menambah daftar panjang keresahan masyarakat mengenai sepak terjang matel di jalanan. Warga berharap, jika memang dilakukan penarikan kendaraan, prosesnya wajib mengikuti prosedur hukum yang berlaku secara transparan dan akuntabel.

 

Masyarakat juga mendesak perusahaan pembiayaan (leasing) untuk memperketat pengawasan terhadap pihak ketiga atau mitra penagihan mereka, agar kasus “hilangnya” kendaraan pasca-penarikan seperti ini tidak terus terulang.

 

Hingga berita ini diturunkan, misteri keberadaan sepeda motor tersebut masih gelap. Baik pihak leasing maupun koordinator penagihan lapangan belum memberikan keterangan resmi terkait di mana unit kendaraan itu disembunyikan.

 

Reporter: Gats

Editor: By

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.