Mahasiswa FKUI: Presiden Harus Dekat dengan Rakyat, Analogi Kanker untuk Bangsa
Jakarta (KM)— Pandangan kritis datang dari Fatimah Azzahra, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), yang menyoroti kondisi bangsa melalui analogi medis. Ia mengibaratkan persoalan bangsa seperti tubuh yang tengah dilanda kanker, di mana jaringan yang rusak harus segera diangkat agar tidak menyebar dan merusak organ lain.
“Dalam tubuh kita, ketika ada jaringan yang terkena kanker dan sudah menyebar, maka tidak ada pilihan lain selain mengangkatnya. Begitu juga dengan bangsa kita saat ini,” ujar Fatimah.
Analogi yang digunakan Fatimah mencerminkan cara pandang mahasiswa kedokteran terhadap masalah sosial-politik. Dalam dunia medis, kanker dikenal sebagai penyakit yang agresif dan berbahaya bila tidak segera ditangani. Dengan membandingkan kondisi bangsa pada penyakit tersebut, Fatimah menekankan urgensi tindakan cepat dan tegas dari pemimpin negara.
Fatimah menilai Presiden Prabowo Subianto, yang telah diberi amanah rakyat, memiliki peran sentral dalam “mengangkat jaringan rusak” tersebut. Ia mengingatkan agar Presiden tidak terlalu bergantung pada perantara, melainkan hadir langsung menjawab pertanyaan rakyat.
“Bapak Presiden harus mendekatkan diri. Kalau bisa, rakyat itu Bapak yang langsung jawab. Kita punya masalah ini, kita akan begini, ini yang akan kita lakukan. Tenanglah rakyatku. Itu yang seharusnya diinginkan rakyat,” katanya.
Fatimah juga menyinggung perjalanan panjang Prabowo dalam dunia politik. Setelah berkali-kali mencalonkan diri, kesempatan kali ini disebut sebagai momentum penting untuk menunjukkan komitmen nyata dalam mengabdi kepada rakyat. “Seharusnya Bapak yang paling banyak berinteraksi dengan rakyat dan menjawab pertanyaan rakyat. Itu yang rakyat inginkan,” tambahnya.
Pernyataan Fatimah mencerminkan suara generasi muda yang menginginkan kepemimpinan lebih terbuka, komunikatif, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dalam konteks demokrasi, tuntutan agar Presiden hadir tanpa sekat birokrasi menjadi simbol harapan akan transparansi dan kedekatan antara pemimpin dan rakyat.
Analogi kanker yang digunakan juga memperlihatkan cara berpikir kritis mahasiswa kedokteran: masalah bangsa dianggap sebagai penyakit sistemik yang harus ditangani dengan tindakan radikal, bukan sekadar terapi ringan. Hal ini menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya menginginkan perubahan, tetapi juga solusi yang nyata dan menyeluruh.
Video cuplikan tayangan CNN Indonesia TV sebagai berikut :
Reporter: ali
Leave a comment