Empat Perusahaan Ajukan Harga Yang Sama di Tender Proyek Gedung Abdul Muis, CBA: Kebetulan atau Sudah Diatur?
JAKARTA (KM) — Center for Budget Analysis (CBA) menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses Tender “Konstruksi Perbaikan Gedung Dinas Teknis Abdul Muis” milik Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan kode tender 10122816000.
“Berdasarkan penelusuran CBA, tender senilai pagu Rp7,96 miliar dengan HPS Rp4,87 miliar tersebut diikuti oleh 107 peserta. Namun, di balik angka partisipasi yang besar, CBA menemukan pola penawaran yang patut dipertanyakan,” ungkap Jajang Nurjaman, Koordinator CBA melalui keterangan tertulis yang diterima KM (5/6/2026).
“Yang paling mencolok adalah adanya empat perusahaan yang mengajukan harga penawaran dengan nominal yang sama persis, yakni Rp3.900.439.610,29,” tambahnya.
Adapun empat perusahaan tersebut adalah:
– CV. Bintang Purnama Kasih;
– CV. Hanytech Jaya Makmur;
– PT. Ramintan Jala Utama;
– PT. Budi Baik.
Menurut Jajang, dalam praktik pengadaan barang dan jasa, setiap perusahaan semestinya menyusun perhitungan biaya berdasarkan struktur modal, overhead, keuntungan, metode pelaksanaan, dan analisis risiko masing-masing.
“Oleh karena itu, munculnya empat penawaran dengan angka identik hingga dua digit desimal merupakan kondisi yang secara logika bisnis sangat sulit dipandang sebagai kebetulan biasa,” jelasnya.
Lebih menarik lagi, tulis Jajang, hasil perhitungan CBA menunjukkan bahwa angka tersebut ternyata identik dengan sekitar 80 persen dari nilai HPS. Pertanyaannya sederhana: apakah empat perusahaan tersebut benar-benar melakukan perhitungan sendiri-sendiri, atau hanya mengikuti satu angka yang sudah menjadi patokan bersama?
Selain itu, CBA juga menyoroti perbedaan yang sangat besar antara pagu anggaran dan HPS. Dari pagu Rp7,96 miliar, HPS hanya ditetapkan sebesar Rp4,87 miliar, atau sekitar 61 persen dari nilai pagu. Selisih lebih dari Rp3 miliar tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas perencanaan dan penyusunan anggaran.
Di sisi lain, meskipun tercatat ada 107 peserta, hanya sebagian kecil yang terlihat menyampaikan penawaran harga. Kondisi ini memunculkan pertanyaan lain: apakah persaingan yang terjadi benar-benar kompetitif, atau hanya sekadar memenuhi formalitas administrasi?
“Berdasarkan catatan di atas, CBA meminta Gubernur Pramono Anung untuk mengevaluasi proyek gedung dinas teknis Abdul Muis,” tutupnya.
Reporter: Red
Editor: Drajat
Leave a comment