Sampah Teratasi, Harga Pangan Mulai Melandai, Pasar Induk Kramat Jati Berikan Sinyal Positif

Foto: Geliat perdagangan di Ps.Induk Kramat Jati, Jakarta Timur

JAKARTA (KM) – Penumpukan sampah yang sempat menjadi sorotan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini telah berhasil ditangani. Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengungkapkan bahwa penumpukan tersebut terjadi akibat dampak musibah di Bantargebang yang menyebabkan berkurangnya armada pengangkut sampah ke pasar.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan PD Pasar Jaya bergerak cepat. Sejak 2 hingga 10 April 2026, ratusan armada dikerahkan menyisir sudut-sudut pasar yang sebelumnya tertutup timbunan sampah. Penanganan ini dilakukan atas instruksi Gubernur DKI Jakarta, dan hasilnya gunungan sampah yang sempat viral di media sosial kini sudah tidak terlihat lagi.

Ke depan, PD Pasar Jaya menyiapkan beberapa langkah jangka pendek dan panjang. Jangka pendek dengan menghadirkan mesin pengolah sampah secara bertahap di lokasi, sementara jangka panjang melalui kerja sama dengan Lab ITB untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.

Program penataan sendiri pun telah berjalan sejak Oktober 2024, mencakup 1.500 PKL dengan progres 36 persen, disertai pembangunan gapura, pos pemadam kebakaran, ATM center, taman interaktif, dan tempat pengolahan sampah mandiri.

Foto: Gunungan sampah yang kini sudah teratasi.

Di sisi lain, kondisi harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 25 April 2026 menunjukkan sinyal positif dengan sejumlah komoditas mulai melandai. Berdasarkan data resmi dari Info Pangan Jakarta yang disampaikan Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, harga cabai merah keriting turun Rp3.000 menjadi Rp31.000 per kg, cabai merah besar turun Rp1.000 menjadi Rp43.000 per kg, dan cabai rawit merah turun Rp3.000 menjadi Rp35.000 per kg.

Sementara cabai rawit hijau naik Rp3.000 menjadi Rp44.000 per kg. Adapun harga bawang merah terpantau stabil di angka Rp33.000 per kg, dan bawang putih berada di posisi Rp23.000 per kg.

Meski tren harga mulai menurun, masyarakat tetap diimbau berbelanja sesuai kebutuhan agar stabilitas harga di pasar terus terjaga.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.