Pengamat: Jokowi Membuat PSI Merosot
JAKARTA (KM) – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu melakukan reformasi menyeluruh untuk menjaga peluang bertahan pada Pemilu 2029. Menurut dia, berbagai langkah politik yang ditempuh partai tersebut belum mampu mendongkrak elektabilitas secara signifikan.
Jerry mengatakan, kehadiran Presiden Joko Widodo dalam berbagai momentum politik PSI belum memberikan efek elektoral yang berarti. Padahal, kata dia, partai tersebut sempat menargetkan posisi lima besar dalam kontestasi politik nasional.
“Nama Jokowi saya kira tidak cukup mendongkrak suara PSI. Target besar yang dicanangkan partai itu belum tercermin dalam angka elektabilitas,” ujar Jerry, Rabu (16/4/2026).
Ia mengungkapkan, tren elektabilitas PSI menunjukkan penurunan dibandingkan hasil Pemilu Legislatif 2024. Berdasarkan sejumlah survei terbaru, termasuk Poltracking, dukungan terhadap PSI disebut berada di kisaran 1–1,5 persen.
“Ini menjadi alarm serius bagi PSI bahwa strategi politik yang dijalankan saat ini belum efektif,” kata dia.
Menurut Jerry, masuknya sejumlah tokoh nasional ke PSI juga belum memberikan dampak signifikan terhadap penguatan citra partai. Ia menilai branding partai masih lemah dan belum berhasil menarik dukungan publik secara luas.
“Penambahan figur baru ternyata belum mampu meningkatkan branding maupun elektabilitas partai secara nyata,” ujarnya.
Jerry menambahkan, pola politik berbasis pencitraan saat ini semakin sulit memengaruhi pemilih karena masyarakat dinilai lebih kritis dalam menilai kinerja dan arah politik partai.
“Publik sekarang semakin rasional. Mereka bisa membedakan mana langkah politik yang substansial dan mana yang hanya pencitraan,” kata dia.
Karena itu, Jerry menilai PSI perlu melakukan pembenahan internal, termasuk mengevaluasi struktur kepemimpinan, strategi komunikasi politik, dan arah perjuangan partai.
Ia bahkan menilai pergantian ketua umum bisa menjadi salah satu opsi jika PSI ingin memperbaiki tren elektabilitas.
“Kalau tidak ada reformasi besar, saya melihat PSI berpotensi hanya meraih sekitar 1 persen suara pada pemilu mendatang,” ujarnya.
Di sisi lain, Jerry menilai PSI masih memiliki peluang untuk bangkit apabila kembali konsisten pada identitas awal sebagai partai anak muda yang kreatif dan fokus memperjuangkan isu-isu masyarakat marginal.
“Jika kembali pada karakter awal sebagai partai anak muda dengan agenda perjuangan yang jelas, PSI masih punya peluang meningkatkan dukungan,” kata dia.
Jerry menegaskan, tanpa perubahan strategi yang nyata, PSI akan menghadapi tantangan berat untuk bertahan dalam persaingan politik nasional menuju Pemilu 2029.
“Kalau tidak ada pembenahan menyeluruh, PSI akan sulit bersaing pada Pemilu 2029,” tutur Jerry.
Reporter: rso
Leave a comment