Passover: a Unique Opportunity for Muslim-Jewish Dialogue

Colomn by Imam Shamsi Ali*

Passover, or Pesach, is a pivotal event in Jewish history, commemorating the Israelites’ (Bani Israil) liberation from Egyptian (Pharaohs) slavery around 3,000 years ago. This foundational story revolves around Moses, who, guided by Allah, led his people out of bondage. The narrative is etched with vivid imagery: the parting of the Red Sea, and the sparing of the Israelites’ twelve tribes.

The Quran references this significant event, highlighting God’s intervention on behalf of Musa and his followers. In Ch. 2:49-50, Allah says: “And when We delivered you from Pharaoh’s people, who afflicted you with dreadful torment, slaying your sons and sparing your women. And in that was a great trial from your Lord.” Similarly, Ch. 7:141 mentions, “And when We delivered you from Pharaoh’s people, who afflicted you with dreadful torment, slaying your sons and sparing your women.”

In the Islamic tradition, we can find two Arabic terms used to describe Passover. The first is “An-Najaa’t” (النجاة) as mentioned in both verses of the Quran above, which means “salvation” referring to the Israelites’ deliverance from Pharaoh’s persecution and their miraculous crossing of the Red Sea. The second term, “Al-Fasḥ” (الفصح), is akin to the Hebrew “Pesach”, signifying liberation or release, specifically the Israelites’ emancipation from Pharaoh’s tyranny.

Key Lessons from Passover

1). God’s Liberation: Passover highlights God’s active role in human affairs, liberating the oppressed and demonstrating His power. This theme resonates across faiths, emphasizing trust in Divine intervention.

2). Faith and Obedience: Moses’ unwavering trust and obedience to God led to the Israelites’ freedom. His example inspires believers to follow God’s guidance, even in adversity.

3). Protection and Salvation: The lamb’s blood, marking the Israelites’ doors, symbolizes protection and salvation. This echoes Islamic concepts of sacrifice and redemption, where believers trust in God’s mercy and protection.

4). Social Justice: Passover emphasizes caring for the vulnerable and marginalized, a theme echoed in Islamic teachings on social justice. Believers are urged to support the oppressed and strive for justice.

5). Perseverance and Trust: The Israelites’ journey exemplifies perseverance and trust in God’s plan. Their story inspires believers to remain steadfast, trusting in Divine wisdom and timing.

These lessons transcend time, offering guidance and inspiration for people of faith worldwide. Passover’s message of liberation, faith, and perseverance resonates globally, urging believers to trust in God’s plan and strive for justice and compassion. In today’s world, Passover’s message is particularly poignant, given ongoing conflicts and humanitarian crises. It’s a reminder that freedom and liberation are ongoing struggles, and that we must continue to strive for a world where all people can live with freedom and dignity.

A Unique Opportunity for Muslim-Jewish Dialogue

Passover offers a unique opportunity for Jewish-Muslim dialogue, highlighting shared values and historical connections.

1). Shared Heritage: Both Jews and Muslims recognize Moses/Musa as a prophet, and the Exodus story is referenced in the Quran. This shared heritage can foster mutual respect and understanding.

2). Liberation and Justice: Passover’s theme of liberation resonates with Islamic values of justice and compassion. Discussing these shared values can promote solidarity and cooperation.

3). Common Challenges: Both communities face challenges and misconceptions. Open dialogue can help address these issues and build trust.

4). Cultural Exchange: Sharing Passover traditions and learning about Islamic practices can enrich understanding and appreciation of each other’s cultures.

5). Shared Values: Emphasizing common values like hospitality, charity, and social justice can strengthen bonds between Jewish and Muslim communities.

By exploring these connections, Jewish-Muslim dialogue can become a powerful tool for minimizing misunderstanding and suspicions, and building bridges and promoting mutual understanding and partnerships.

In conclusion, I’d like to remind us all that honesty is a fundamental aspect of faith. Being truthful to our beliefs and values is crucial. Passover, commemorating salvation and liberation, should remind us of universal religious values: freedom and human dignity are inherent rights for all, including our brothers and sisters in Palestine. Let’s be honest about it!”

*Director, Jamaica Muslim Center & President, Nusantara Foundation

 

Terjemahan:

Kolom oleh Imam Shamsi Ali

Paskah Yahudi, atau Pesach, merupakan peristiwa penting dalam sejarah Yahudi yang memperingati pembebasan Bani Israil dari perbudakan di Mesir (di bawah kekuasaan Firaun) sekitar 3.000 tahun yang lalu. Kisah fundamental ini berpusat pada Nabi Musa, yang dengan bimbingan Allah memimpin kaumnya keluar dari penindasan. Narasi ini dipenuhi dengan gambaran yang kuat: terbelahnya Laut Merah dan keselamatan dua belas suku Bani Israil.

Al-Qur’an juga merujuk pada peristiwa penting ini, menegaskan campur tangan Allah dalam menolong Nabi Musa dan para pengikutnya. Dalam QS. Al-Baqarah (2): 49–50, Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang sangat berat, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu.”
Demikian pula dalam QS. Al-A’raf (7): 141 disebutkan:
“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari Fir’aun dan kaumnya, yang menimpakan kepadamu azab yang sangat berat, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu.”

Dalam tradisi Islam, terdapat dua istilah Arab yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa Paskah ini. Pertama adalah “An-Najaat” (النجاة), sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di atas, yang berarti “keselamatan” atau “pembebasan,” merujuk pada penyelamatan Bani Israil dari penindasan Firaun serta mukjizat penyeberangan Laut Merah. Kedua adalah “Al-Fash” (الفصح), yang sepadan dengan istilah Ibrani Pesach, yang berarti pembebasan atau pelepasan dari tirani Firaun.


Pelajaran Penting dari Pesach

1. Pembebasan oleh Tuhan
Pesach menegaskan peran aktif Tuhan dalam kehidupan manusia, membebaskan mereka yang tertindas dan menunjukkan kekuasaan-Nya. Tema ini melintasi berbagai agama, menekankan pentingnya kepercayaan kepada campur tangan Ilahi.

2. Iman dan Ketaatan
Keimanan dan ketaatan Nabi Musa yang teguh kepada Allah membawa Bani Israil menuju kebebasan. Keteladanan ini menginspirasi umat beriman untuk mengikuti petunjuk Allah, bahkan dalam situasi sulit.

3. Perlindungan dan Keselamatan
Darah anak domba yang ditandakan pada pintu rumah Bani Israil melambangkan perlindungan dan keselamatan. Hal ini sejalan dengan konsep dalam Islam tentang pengorbanan dan penebusan, di mana umat beriman bersandar pada rahmat dan perlindungan Allah.

4. Keadilan Sosial
Pesach menekankan kepedulian terhadap kelompok rentan dan tertindas, sejalan dengan ajaran Islam tentang keadilan sosial. Umat beriman didorong untuk membela yang lemah dan memperjuangkan keadilan.

5. Keteguhan dan Kepercayaan
Perjalanan Bani Israil mencerminkan keteguhan dan kepercayaan terhadap rencana Allah. Kisah ini mengajarkan pentingnya bersabar dan yakin pada hikmah serta waktu yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Pelajaran-pelajaran ini melampaui batas waktu dan memberikan inspirasi bagi umat beriman di seluruh dunia. Pesan Pesach tentang pembebasan, iman, dan keteguhan tetap relevan hingga kini, terutama di tengah konflik dan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk kebebasan dan martabat manusia adalah tanggung jawab bersama.


Peluang Dialog Muslim–Yahudi

Pesach juga membuka peluang penting untuk dialog antara umat Muslim dan Yahudi dengan menyoroti nilai-nilai bersama dan hubungan sejarah.

1. Warisan Bersama
Baik Yahudi maupun Muslim mengakui Musa sebagai nabi, dan kisah Eksodus juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Kesamaan ini dapat memperkuat saling pengertian dan penghormatan.

2. Pembebasan dan Keadilan
Tema pembebasan dalam Pesach sejalan dengan nilai-nilai Islam tentang keadilan dan kasih sayang. Diskusi mengenai nilai-nilai ini dapat mendorong solidaritas.

3. Tantangan Bersama
Kedua komunitas menghadapi berbagai tantangan dan kesalahpahaman. Dialog terbuka dapat membantu membangun kepercayaan.

4. Pertukaran Budaya
Berbagi tradisi Pesach dan mempelajari praktik Islam dapat memperkaya pemahaman lintas budaya.

5. Nilai-Nilai Universal
Menekankan nilai seperti keramahan, amal, dan keadilan sosial dapat mempererat hubungan antara kedua komunitas.

Melalui pemahaman ini, dialog Muslim–Yahudi dapat menjadi sarana penting untuk mengurangi kesalahpahaman serta membangun kerja sama dan saling pengertian.


Penutup

Sebagai penutup, penting untuk diingat bahwa kejujuran adalah bagian mendasar dari keimanan. Bersikap jujur terhadap keyakinan dan nilai-nilai kita sangatlah penting. Pesach, yang memperingati keselamatan dan pembebasan, seharusnya mengingatkan kita pada nilai-nilai universal agama: bahwa kebebasan dan martabat manusia adalah hak setiap orang, termasuk saudara-saudara kita di Palestina. Mari kita bersikap jujur dalam menyikapi hal ini.


Direktur Jamaica Muslim Center & Presiden Nusantara Foundation

Komentar Facebook
KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.