Autopsi Forensik Tegaskan Kematian WN Inggris di Kantor Imigrasi Depok Murni Bunuh Diri, Dirjen: Diduga Alami Depresi Akut

(Dok.KM/Drajat)

DEPOK (KM) — Misteri kematian warga negara Inggris di ruang detensi Kantor Imigrasi Depok resmi mendapat jawaban. Pada Jumat, 24 April 2026. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa hasil investigasi dan autopsi forensik menyimpulkan kematian Duncan James Rance (53 tahun) adalah murni bunuh diri.

“Sudah kita investigasi. Sudah juga diautopsi, jadi memang murni bunuh diri,” kata Hendarsam.

Pernyataan itu menutup spekulasi yang berkembang sejak jenazah Duncan pertama kali ditemukan empat hari lalu, sekaligus membuka babak baru pertanyaan yang jauh lebih serius, yakni: mengapa seorang tahanan yang sudah tampak tertekan bisa luput dari pengawasan hingga mengakhiri hidupnya sendiri di dalam fasilitas negara?

Guru dari Brighton yang Berakhir di Ruang Detensi

Duncan James Rance adalah warga negara Inggris asal Brighton yang selama berada di Indonesia berprofesi sebagai tenaga pengajar di Sekolah Sejahtera, Pancoran Mas, Kota Depok.

Senin, 20 April 2026 pukul 14.00 WIB, ia diamankan oleh petugas imigrasi di lokasi tempatnya mengajar atas dugaan penyalahgunaan izin tinggal. Tiga jam berselang, ia ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Depok.

Saat itu, pihak imigrasi sebenarnya tengah memproses pengeluaran Duncan dari rumah detensi. Proses itu tak sempat tuntas. Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat masuk ke toilet ruang tahanan pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 15.20 WIB.

Petugas jaga yang tak mendapati Duncan di ruangan segera mengajak rekannya untuk mencari keberadaannya.

Di depan sebuah kamar mandi yang terkunci dari dalam, panggilan berulang tak bersambut. Petugas sempat mencoba mengintip melalui lubang tembok kamar mandi, namun tidak berhasil melihat korban dan akhirnya mendobrak pintu.

Naasnya, Duncan ditemukan dalam keadaan tergantung pada besi teralis ventilasi kamar mandi menggunakan kaos hitam miliknya sendiri sebagai tali, posisi badan diketahui condong ke depan dan kaki ke belakang.

Hasil olah TKP menemukan adanya darah dari hidung yang diduga akibat jeratan pada leher, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk Visum et Repertum.

Dirjen: Baru Dua Hari Ditahan, Diduga Depresi

Hendarsam menduga korban mengalami depresi setelah menjalani penahanan sementara selama dua hari.

“Kalau mungkin dia sudah tiga bulan, atau empat bulan, mungkin kan beda lagi motifnya. Karena dia baru dua hari, ada kemungkinan depresi,” ujarnya.

Pernyataan ini diperkuat oleh keterangan petugas imigrasi yang menyebut Duncan terlihat stres sejak pertama kali masuk tahanan.

Pihak Kantor Imigrasi Depok juga menerangkan telah berkoordinasi dengan perwakilan Pemerintah Inggris terkait insiden ini. Anggota keluarga Duncan yang berada di Indonesia juga telah dihubungi.

Adapun koordinasi mengenai prosesi pemakaman apakah jenazah akan dikebumikan di Indonesia atau dipulangkan ke negara asal masih dalam pembicaraan bersama keluarga.

Yang Belum Terjawab

Autopsi boleh saja telah bicara. Tapi ada pertanyaan yang hasil forensik tidak bisa dan tidak seharusnya menjawab sendirian.

Jika kondisi psikologis Duncan sudah diketahui sejak awal oleh petugas, lalu di mana kah protokol skrining kesehatan mental bagi tahanan baru? Bagaimana bisa seorang tahanan yang terlihat stres masuk ke kamar mandi, mengunci pintu, dan tidak ada yang memperhatikan cukup lama hingga nyawanya tak tertolong?

Kepala Kantor Imigrasi Depok, Irvan Triansyah mengklaim proses penanganan dilakukan secara profesional dan transparan. Namun, klaim tersebut perlu diuji lebih jauh oleh mekanisme pengawasan eksternal yang independen, bukan oleh institusi yang sama. Bagaimanapun, kematian dalam tahanan adalah tanggung jawab negara.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.