Saiful Huda Ems Soroti Kepemimpinan Nasional, Ajak “Kembalikan Negara ke Tangan Pemikir”
JAKARTA (KM) — Pengamat politik Saiful Huda Ems (SHE) menyampaikan kritik terhadap arah kepemimpinan nasional dalam sebuah tulisan bertajuk “Kembalikan Negara ke Tangan Para Pemikir” yang dipublikasikan pada 25 Februari 2026.
Dalam tulisannya, Saiful menilai kondisi pemerintahan, politik, dan perekonomian Indonesia mengalami kemunduran dalam satu dekade terakhir dan berlanjut pada periode pemerintahan saat ini. Ia mengaitkan pandangannya dengan pemikiran filsuf Yunani kuno, Plato, khususnya mengenai konsep timokrasi yang dibahas dalam karya Republic (Buku VIII).
Menurut Saiful, Plato menggambarkan timokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh individu yang lebih mengutamakan kehormatan dan kejayaan dibanding kebijaksanaan. Dalam pandangannya, model kepemimpinan semacam itu berpotensi menjauh dari keadilan dan mengarah pada kemerosotan tata kelola negara.
Saiful juga menyinggung gagasan Philosopher King atau Filsuf-Raja yang dikemukakan Plato sebagai ideal kepemimpinan negara. Konsep tersebut merujuk pada pemimpin yang mencintai kebijaksanaan serta memahami kebaikan secara mendalam.
Ia berpendapat bahwa Indonesia membutuhkan figur pemimpin dengan kapasitas intelektual dan integritas moral yang kuat. Dalam tulisannya, Saiful menekankan pentingnya menyiapkan calon pemimpin dari kalangan pemikir, bukan sekadar figur populer atau berlatar belakang kekuasaan.
“Sudah sewajarnya jika kita mulai mempersiapkan pemimpin dari latar belakang pemikir,” tulisnya, seraya menyatakan bahwa perubahan sistemik tetap penting, namun figur kepemimpinan juga menentukan arah bangsa.
Saiful menutup tulisannya dengan seruan reflektif menggunakan ungkapan Latin Sapere aude, yang berarti “beranilah berpikir”.
Diskursus mengenai kualitas kepemimpinan dan arah demokrasi Indonesia sendiri terus menjadi perbincangan di ruang publik, terutama menjelang dinamika politik beberapa tahun ke depan.
Reporter: rso
Leave a comment