Rumah Aspirasi di Lebak Disegel, Ketua Saung Peradaban Tegaskan Bukan Karena Isu Jual Beli Jabatan
LEBAK (KM) – Penyegelan Rumah Aspirasi yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial maupun media massa menarik perhatian masyarakat Kabupaten Lebak. Bangunan yang selama ini dikenal sebagai tempat menampung aspirasi warga itu menjadi sorotan setelah muncul isu dugaan praktik jual beli jabatan.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Saung Peradaban yang dikenal dengan nama King Cobra menyatakan bahwa persoalan yang terjadi sebenarnya lebih berkaitan dengan urusan internal keluarga. Ia juga menegaskan bahwa isu mengenai dugaan jual beli jabatan yang beredar hingga saat ini belum terbukti kebenarannya.
Menurut King Cobra, Rumah Aspirasi selama ini difungsikan sebagai wadah untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat yang kemudian akan disampaikan kepada Bupati Lebak.
“Sepengetahuan saya, Rumah Aspirasi sering dikunjungi berbagai tamu dari beragam kalangan, termasuk pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak,” ujar King Cobra kepada awak media, Selasa (10/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa para tamu yang datang tidak hanya masyarakat biasa, tetapi juga berasal dari kalangan politisi, pengusaha, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, hingga berbagai elemen lainnya.
King Cobra menilai kehadiran pejabat daerah di Rumah Aspirasi merupakan hal yang wajar dan justru dapat memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Jika ada pejabat yang datang ke Rumah Aspirasi itu sah-sah saja. Bahkan hal tersebut bisa menjadi hal positif karena dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi kebijakan di 32 perangkat daerah serta 28 kecamatan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan waktu kepala daerah untuk bertemu langsung dengan masyarakat menjadi salah satu alasan hadirnya Rumah Aspirasi sebagai sarana komunikasi alternatif.
“Waktu Bupati untuk menerima dan menampung aspirasi masyarakat sangat terbatas, sehingga Rumah Aspirasi menjadi salah satu solusi untuk menjembatani komunikasi tersebut,” tambahnya.
King Cobra pun mengimbau semua pihak agar tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan isu yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan sampai situasi semakin keruh. Tuduhan terkait adanya praktik jual beli jabatan di Rumah Aspirasi sampai saat ini belum terbukti. Siapa yang terlibat dan berapa tarifnya pun tidak jelas,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan Rumah Aspirasi disebut bukan disebabkan oleh dugaan tindak pidana seperti yang berkembang di sebagian masyarakat.
King Cobra menjelaskan bahwa bangunan tersebut rencananya akan dialihfungsikan untuk kegiatan lain.
“Memang benar Rumah Aspirasi ditutup, tetapi bukan karena adanya indikasi tindak pidana. Penutupan tersebut lebih karena rencana perubahan fungsi bangunan,” tuturnya.
Rilis HSMY
Leave a comment