Aktivis KontraS Disiram Air Keras, HMI MPO Bogor Kutuk Teror terhadap Demokrasi
BOGOR (KM) — Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Bogor mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Kepala Bidang Perguruan Tinggi Kemasyarakatan (PTKM) HMI MPO Cabang Bogor menilai tindakan tersebut sebagai bentuk teror yang tidak hanya menyerang individu, tetapi juga mengancam kebebasan berpendapat dan kehidupan demokrasi di Indonesia.
Menurut keterangan yang dihimpun, insiden terjadi tidak lama setelah Andrie Yunus menyelesaikan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Diskusi tersebut membahas kritik terhadap relasi kekuasaan, arah demokrasi, serta perkembangan hukum di Indonesia.
Diduga, pelaku telah membuntuti Andrie sebelum akhirnya menyiramkan cairan kimia berbahaya yang mengenai bagian tubuh sebelah kanan korban.
HMI MPO Cabang Bogor menilai peristiwa ini sebagai ancaman serius dalam negara hukum. Dalam konsep rechtsstaat, keamanan warga negara merupakan tanggung jawab utama negara.
“Pembiaran terhadap kasus ini hanya akan mempertegas praktik impunitas, di mana pelaku kekerasan merasa kebal terhadap hukum,” ujar perwakilan HMI MPO Cabang Bogor dalam pernyataan tertulis, Sabtu (14/3).
Selain itu, mereka menilai serangan terhadap aktivis juga berpotensi menciptakan chilling effect, yakni kondisi yang menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap kekuasaan.
Menurut mereka, demokrasi akan terancam apabila kekerasan fisik dijadikan respons atas perbedaan pendapat.
“Kekerasan terhadap satu aktivis adalah ancaman bagi seluruh gerakan rakyat. Kami tidak akan tinggal diam melihat rekan kami dilukai karena keberaniannya membela kebenaran,” demikian pernyataan tersebut.
Dalam sikap resminya, HMI MPO Cabang Bogor mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras tersebut, termasuk menangkap pelaku di lapangan serta mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan itu.
Mereka juga meminta pemerintah menjamin keamanan ruang sipil bagi masyarakat dan aktivis untuk menyampaikan pendapat, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.
HMI MPO Cabang Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang namun waspada serta mengawal proses hukum kasus tersebut hingga keadilan ditegakkan.
Reporter: Ki Medi
Leave a comment