Pers Sehat sebagai Fondasi Bangsa yang Tangguh
Kolom oleh Hero Akbar/ Moses *)
Gagasan pers sehat, ekonomi berdaulat, bangsa kuat kerap dikutip sebagai cita-cita bersama dalam kehidupan bernegara. Di atas kertas, konsep ini tampak ideal dan saling menguatkan. Pers yang sehat diharapkan menjadi penopang demokrasi, ekonomi yang berdaulat menjadi tujuan pembangunan, dan bangsa yang kuat menjadi hasil akhirnya. Namun, dalam praktik, relasi ketiganya tidak selalu berjalan seimbang.
Pers yang sehat sejatinya ditandai oleh independensi, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan publik. Pers berfungsi sebagai penyampai fakta, ruang diskusi, sekaligus pengawas kekuasaan. Dalam masyarakat demokratis, perbedaan sudut pandang dan keberagaman media bukanlah ancaman, melainkan kekayaan. Ketika ekosistem pers menyempit dan hanya mengakui sebagian suara, ruang publik berisiko kehilangan dinamika yang justru dibutuhkan untuk menjaga kewarasan demokrasi.
Tantangan lain yang patut dicermati adalah relasi antara media dan sumber pembiayaannya. Ketergantungan media pada satu sumber pendanaan, termasuk dari negara, berpotensi memengaruhi independensi redaksional. Dalam situasi seperti ini, kehati-hatian berlebihan dapat muncul, bukan semata karena pertimbangan etika jurnalistik, tetapi karena kekhawatiran terhadap keberlangsungan institusi. Jika hal ini terjadi secara luas, fungsi kritik pers dapat melemah secara struktural, meski tetap berjalan secara formal.
Padahal, ekonomi yang berdaulat membutuhkan keterbukaan informasi dan pengawasan publik yang kuat. Kebijakan ekonomi, apa pun niatnya, akan lebih matang jika melalui proses koreksi dan diskusi terbuka. Pers yang bebas dan bertanggung jawab menjadi jembatan penting agar masyarakat memahami arah kebijakan sekaligus dapat menyampaikan aspirasi dan kegelisahannya secara rasional.
Bangsa yang kuat bukan hanya ditopang oleh stabilitas, tetapi juga oleh kepercayaan. Kepercayaan tumbuh ketika rakyat merasa didengar dan melihat realitasnya tercermin dalam ruang publik. Pers yang mampu menghadirkan fakta secara utuh—termasuk sisi-sisi yang tidak selalu nyaman—justru berkontribusi pada ketahanan bangsa dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, pers sehat tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kebebasan yang disertai tanggung jawab. Di sanalah ekonomi berdaulat memperoleh pijakan moralnya, dan bangsa yang kuat menemukan daya tahannya. Kritik yang disampaikan secara beradab bukan ancaman, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan bersama.
*)- Pendiri kupasmerdeka.com
Leave a comment