Pengurus Baru Taekwondo Indonesia Kebumen Didorong Lakukan Pembenahan Menyeluruh
KEBUMEN (KM)— Pengurus baru Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Kebumen periode 2025–2029 didorong melakukan pembenahan menyeluruh, baik pada sistem pembinaan atlet, penguatan organisasi, maupun pemerataan klub latihan (dojang).
Pembina Taekwondo Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Taufik, menyatakan optimisme bahwa kepengurusan baru TI Kebumen dapat membawa perubahan positif jika dijalankan secara terbuka dan sinergis. Hal tersebut disampaikannya usai pelantikan pengurus, Rabu (4/2/2026).

Menurut Taufik, dari 26 kecamatan di Kabupaten Kebumen, saat ini baru terdapat delapan dojang aktif. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan. “Kuantitas perlu ditingkatkan agar kualitas juga ikut terbangun,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pengurus dalam mengawal atlet berprestasi, khususnya saat melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. Pendampingan, kata Taufik, menjadi tanggung jawab organisasi agar atlet tidak berjalan sendiri tanpa arahan.
“Tidak boleh ada budaya menyingkirkan atau disingkirkan. Semua harus bersinergi demi kepentingan atlet,” tegasnya.
Taufik menambahkan, Taekwondo Jawa Tengah tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan digelar di wilayah Karesidenan Semarang. Selain itu, Jawa Tengah juga tercatat sebagai provinsi dengan jumlah atlet terbanyak dalam Seleksi Nasional Taekwondo di Jakarta.
Dalam jangka panjang, pembinaan diarahkan untuk menghadapi PON 2028 melalui sentralisasi atlet, latihan bersama, serta keikutsertaan rutin dalam turnamen terbuka. Ia berharap pemerintah daerah di Jawa Tengah dapat mendukung dengan penyediaan gedung khusus taekwondo di tiap kabupaten/kota.
Sementara itu, Ketua TI Kabupaten Kebumen yang baru, Sunardi, mengakui bahwa prestasi taekwondo di Kebumen saat ini belum mampu bersaing optimal di tingkat provinsi maupun nasional. Hal tersebut, menurut dia, dipengaruhi oleh minimnya fasilitas latihan dan keterbatasan anggaran.
“Kondisi anggaran KONI, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, masih sangat terbatas dan harus dibagi ke banyak cabang olahraga,” kata Sunardi.
Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan sistem pembinaan, meningkatkan kualitas atlet, serta memperkuat koordinasi dengan dojang, pelatih, dan pemerintah daerah. Atlet berprestasi, lanjut Sunardi, akan dikawal bersama organisasi perangkat daerah (OPD) agar memperoleh dukungan, termasuk peluang beasiswa.
Sunardi juga membuka ruang masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, organisasi olahraga tidak dapat berjalan sendiri tanpa kekompakan dan kerja sama seluruh unsur.
Seorang wali atlet taekwondo di Kebumen menyambut positif pelantikan pengurus baru tersebut. Ia berharap kepengurusan baru dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas organisasi, memperhatikan kesejahteraan atlet dan pelatih, serta memperbanyak program pelatihan dan kompetisi berkualitas.
“Harapannya, pembenahan ini bisa mendorong prestasi taekwondo Kebumen dan membawa kebanggaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Reporter: evie
Leave a comment