Anggota DPRD Provinsi Banten Muhlis Resmikan Rumah Layak Huni untuk Warga Rancagong
TANGERANG (KM) – Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhlis, meresmikan bantuan Rumah Layak Huni bagi pasangan suami istri Muhammad Sadun dan Siti Jimilah di RT 01/09 Pos Dua, Desa Rancagong, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Selasa (17/2/2026).
Program bedah rumah tersebut bersumber dari APBD Provinsi Banten.
Dalam kesempatan itu, Muhlis menyampaikan bahwa program pembangunan tidak hanya terbatas pada bedah rumah melalui aspirasi anggota dewan (pokir), tetapi juga mencakup berbagai program lain yang dapat diajukan masyarakat melalui pemerintah desa.
“Bukan hanya bedah rumah yang bisa diakses. U-Ditch, paving blok, untuk program Pos Pelayanan Desa Sejahtera juga tersedia. Silakan diajukan melalui RT, RW, dan pemerintah desa,” ujarnya di hadapan warga dan aparatur setempat.

Sebelum tiba di Desa Rancagong, Muhlis diketahui menghadiri kegiatan pengobatan gratis yang digelar PDI Perjuangan di Kota Cilegon, di sana ada Rumah Sakit Apung (RSA) Laksana milik partai PDI Perjuangan, Setelah dari Cilegon, RSA dijadwalkan melanjutkan pelayanan ke Kota Tegal, Jawa Tengah, untuk membantu masyarakat terdampak banjir.
Kepala Dusun 5 Desa Rancagong, Dedi Sunardi, menyampaikan apresiasi atas bantuan rumah layak huni tersebut. Ia berharap program serupa dapat kembali dilaksanakan di wilayahnya.
“Terima kasih atas bantuan rumah layak huni untuk warga kami. Semoga ke depan bisa membangun lebih banyak rumah lagi di Desa Rancagong, khususnya di Dusun 5,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Muhlis juga menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan kepada masyarakat.
“Sebentar lagi kita memasuki bulan puasa. Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kita semua diberi kesehatan dan keberkahan,” tuturnya.
Peresmian rumah layak huni ini turut dihadiri Camat Legok Yusuf Fachroji, Edi Setiawan PJ Desa Rancagong, tokoh masyarakat TB. Tabrani, Ketua RW 01 Kupray, Ketua RT 01/09 Hendra, para pemuda, serta puluhan ibu-ibu warga setempat.
Reporter: Luky/HSMY)
Leave a comment