Suasana Khidmat Pernikahan Putra Ketum FPMM Umar Key di TMII, Dihadiri UAS dan Sejumlah Tokoh Nasional

JAKARTA (KM)  – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026). Momen tersebut menjadi peristiwa bersejarah bagi Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Key, yang menggelar pernikahan putra pertamanya, Sukur Ohoitenan, dengan Utari Fanti Arfainy.

 

Sukur Ohoitenan merupakan putra pertama Umar Key, sementara Utari Fanti Arfainy adalah putri kedua dari pasangan almarhum Taryono dan Yanti Elita. Prosesi akad nikah berlangsung pada pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang digelar pada pukul 12.00 hingga 16.00 WIB.

Rangkaian acara pernikahan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Kehadiran Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi salah satu perhatian dalam acara tersebut. Dalam ceramah hikmah pernikahan yang disampaikannya, UAS menekankan pentingnya membangun rumah tangga di atas fondasi keimanan, kesabaran, dan kasih sayang. Pesan tersebut disimak dengan khusyuk oleh para tamu undangan yang hadir.

 

Selain nuansa religius, pernikahan ini juga menampilkan kekayaan budaya Nusantara, khususnya budaya Maluku Tenggara. Para tamu disuguhi penampilan Tari Samrah Fatnim yang dibawakan oleh kelompok penari yang didatangkan langsung dari Kepulauan Kei. Penampilan tersebut menghadirkan suasana khas Maluku di tengah kemegahan ballroom TMII.

 

Acara pernikahan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas daerah. Sejumlah pejabat dan tokoh publik tampak hadir, di antaranya mantan Gubernur Maluku Murad Ismail, Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tenggara, Ketua DPRD Maluku Tenggara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi.

 

Tri Adhianto dalam kesempatan itu menyampaikan doa dan harapannya kepada kedua mempelai. Ia juga menilai Umar Key sebagai sosok yang bersahaja dan memiliki hubungan baik dengan berbagai kalangan.

 

“Semoga Ananda Sukur dan Utari Fanti menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Tri.

 

Sejumlah tokoh adat, pemuda, dan masyarakat juga terlihat hadir, mencerminkan luasnya jejaring persahabatan dan persaudaraan yang dibangun Umar Key selama ini. Kehadiran para habib dan ulama turut menambah kekhidmatan acara.

 

Di balik kemegahan perhelatan tersebut, banyak tamu yang menilai Umar Key tetap tampil sederhana dan membumi. Beberapa sahabat lama menyebut bahwa sikap dan kepribadiannya tidak berubah meskipun telah dikenal luas sebagai tokoh nasional.

 

“Walaupun sudah sukses, beliau tetap rendah hati dan tidak melupakan sahabat-sahabat lamanya,” ujar salah satu tamu.

 

Tokoh publik Roy Suryo yang turut hadir mengapresiasi konsep pernikahan yang memadukan unsur budaya Jawa dan Maluku. Sementara itu, Ali Mochtar Ngabalin menilai Umar Key sebagai sosok yang memiliki karakter kuat namun tetap mengedepankan kelembutan dan nilai keimanan.

 

Menutup rangkaian acara, Umar Key yang didampingi Ketua Dewan Pembina FPMM Ongen Sangaji menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara dengan tertib dan lancar.

 

“Terima kasih kepada panitia, manajemen TMII, aparat TNI dan Polri, serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dan memberikan doa restu,” ujar Umar Key.

 

Pernikahan tersebut meninggalkan kesan mendalam tentang persatuan dalam keberagaman budaya dan persaudaraan lintas daerah.

 

Reporter: Gats

Edited

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*