Hari Desa Nasional: Momentum Menguatkan Kemandirian dan Martabat Desa

Kolom oleh Hero Akbar/ Moses

 

Setiap tanggal 15 Januari, bangsa Indonesia memperingati Hari Desa Nasional.

 

Tahun 2026 menjadi peringatan yang ke-2 sejak ditetapkannya Hari Desa melalui Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2024, yang mulai diperingati secara nasional pada tahun 2025.

 

Penetapan ini bukan sekadar penambahan kalender seremonial, melainkan penegasan posisi strategis desa dalam pembangunan nasional.

 

Desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang memiliki kewenangan, potensi, dan peran besar dalam menentukan arah kesejahteraan masyarakatnya.

 

Sejak lahirnya Undang-Undang Desa, ruang bagi desa untuk mengelola pemerintahan, keuangan, hingga pengembangan ekonomi lokal semakin terbuka.

 

Hari Desa Nasional seharusnya menjadi refleksi sejauh mana amanat tersebut benar-benar dijalankan.

 

Namun, di usia peringatan yang masih sangat muda ini, tantangan desa masih nyata. Ketimpangan pembangunan antarwilayah, lemahnya tata kelola di sebagian desa, hingga potensi penyalahgunaan kewenangan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Tidak sedikit desa yang kaya sumber daya alam dan anggaran, tetapi belum sepenuhnya mampu menerjemahkan itu menjadi kesejahteraan warganya.

 

Di sisi lain, banyak pula desa yang mulai menunjukkan wajah baru: desa mandiri, desa wisata, desa digital, hingga desa yang mampu menggerakkan ekonomi melalui BUMDes.

 

Praktik-praktik baik ini membuktikan bahwa desa memiliki daya hidup dan inovasi, asalkan didukung oleh kepemimpinan yang berintegritas, partisipasi masyarakat, serta pendampingan yang konsisten dari pemerintah.

 

Hari Desa Nasional semestinya menjadi momentum evaluasi, bukan hanya perayaan. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada desa, bukan justru membebani dengan regulasi yang rumit.

 

Transparansi, akuntabilitas, dan penguatan kapasitas aparatur desa harus terus diperkuat agar desa tidak sekadar kuat secara anggaran, tetapi juga matang secara tata kelola.

 

Pada akhirnya, membangun Indonesia tidak bisa dilepaskan dari membangun desa. Karena dari desa, identitas, ketahanan sosial, dan fondasi ekonomi bangsa itu bertumbuh.

 

Hari Desa Nasional adalah pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana desa diberi ruang, kepercayaan, dan tanggung jawab untuk berdiri di atas kaki sendiri.

 

*) Pendiri kupasmerdeka.com

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.