Terkait Uang Sekolah, Keteladanan yang Diuji di Ruang Sekolah

Kolom oleh Marsono Rh- S.Pd*)

 

Sekolah adalah ruang pembentukan karakter. Di sanalah nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepatuhan pada aturan semestinya ditanamkan.

 

Karena itu, ketika pelanggaran justru terjadi di tingkat kepemimpinan sekolah, publik wajar bertanya: di mana letak keteladanan yang selama ini diajarkan?

 

Regulasi pendidikan hadir bukan sekadar sebagai dokumen administratif. Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 dan PP Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 181 disusun untuk memastikan tata kelola pendidikan berjalan tertib, adil, dan akuntabel.

 

Pelanggaran terhadap aturan tersebut, terlebih jika dilakukan oleh kepala sekolah, bukan hanya persoalan prosedural, melainkan juga persoalan etika.

 

Yang lebih memprihatinkan, pelanggaran yang telah disorot justru direspons dengan sikap defensif dan kecenderungan berkelit. Alih-alih melakukan koreksi, muncul narasi pembenaran diri yang seakan menempatkan kepatuhan hukum sebagai ruang tafsir bebas.

 

Dalam konteks pendidikan, sikap semacam ini memberi pesan keliru: bahwa kecerdasan dapat digunakan untuk menghindari tanggung jawab.

 

Padahal, kepemimpinan pendidikan menuntut keberanian moral. Mengakui kesalahan bukan tanda kelemahan, melainkan wujud kedewasaan dan integritas.

 

Kepala sekolah adalah figur publik di lingkupnya sendiri; setiap sikap dan ucapannya menjadi rujukan bagi guru dan peserta didik. Ketika pemimpin enggan bertanggung jawab, budaya organisasi pun ikut tergerus.

 

Persoalan ini seharusnya menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan dan pengawas pendidikan. Penegakan aturan yang konsisten bukanlah bentuk penghukuman, melainkan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi sekolah. Tanpa ketegasan, regulasi hanya akan menjadi teks normatif yang kehilangan daya ikat.

 

Pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan sarana, tetapi juga oleh keteladanan para pemimpinnya.

 

Sekolah yang sehat lahir dari kepemimpinan yang berani jujur pada kesalahan dan setia pada aturan. Di situlah pendidikan menemukan makna sejatinya.

 

*)- Editor

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.