ARSAS Kecam Arogansi Ormas di Media Sosial: Surabaya Bukan Kota Preman

SURABAYA (KM) – Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menyatakan sikap tegas menanggapi maraknya tindakan intimidasi dan pamer kekuatan oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) yang beredar di media sosial. Fenomena tersebut dinilai berpotensi merusak ketertiban umum serta mengganggu kondusivitas Kota Surabaya.

 

Ketua Umum ARSAS, Herry Bimantara, mengatakan bahwa karakter masyarakat Surabaya sejatinya dikenal berani karena menjunjung kebenaran dan hukum, bukan berani karena kekuatan massa ataupun atribut tertentu.

 

“Surabaya adalah kota yang beradab dan menjunjung supremasi hukum. Tidak boleh ada pihak yang merasa berada di atas hukum lalu menciptakan rasa takut di tengah masyarakat dengan gaya premanisme,” kata Herry dalam keterangannya di Surabaya, Jumat (26/12/2025).

 

ARSAS menilai, konten-konten bernuansa intimidatif dan provokatif di media sosial dapat memicu keresahan publik serta merusak harmoni sosial. Oleh karena itu, komunitas tersebut menyampaikan sejumlah poin pernyataan sikap sebagai bentuk kepedulian terhadap ketertiban kota.

 

Pertama, ARSAS mengecam keras segala bentuk arogansi dan tindakan premanisme yang dilakukan oknum ormas, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kedua, ARSAS menolak penggunaan platform digital sebagai sarana pamer kekuatan dan penyebaran kebencian.

 

Ketiga, ARSAS menegaskan bahwa Surabaya bukan ruang bagi praktik premanisme. Menurut mereka, kekuatan sejati warga Surabaya terletak pada kebenaran, etika, dan kepatuhan terhadap hukum. Keempat, ARSAS mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur, agar bertindak tegas dan adil terhadap setiap pelanggaran hukum, termasuk yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

 

Kelima, ARSAS mengimbau masyarakat Surabaya untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan musyawarah dan semangat kebersamaan demi menjaga keamanan dan kenyamanan kota.

 

Herry juga menyampaikan pesan moral kepada pihak-pihak yang dinilai kerap menimbulkan kegaduhan di Kota Pahlawan.

 

“Suroboyo iku kuto pahlawan, duduk kuto preman. Sing sopan nek dadi tamu, sing tertib nek dadi warga,” ujarnya.

 

ARSAS menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga ketertiban umum dan suasana damai di Surabaya. Menurut Herry, segala bentuk tindakan anarkis dan arogansi tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak rasa aman masyarakat.

 

“Kami ingin Surabaya tetap menjadi kota yang manusiawi, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya,” kata dia.

 

Reporter: rendr

 

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*