Kanjeng Senopati: Bangsa Indonesia Harus Solid dan Optimis, Fase Kejayaan Nusantara Abad 21 Bukan Halusinasi
JAKARTA (KM) – Kanjeng Senopati Mataram, KPH. Tommy Agung Wibowo Hamidjoyo, SE, mengajak seluruh elemen masyarakat nusantara untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan, bahkan diprediksi bakal sampai dua periode.
Hal tersebut diungkapkan Kanjeng Senopati, keluarga besar dari dinasti Mataram Islam (Surakarta Hadiningrat) saat diwawancara Kupasmerdeka.com disela kunjungannya ke kediaman Bunda Elly Yuniarti di bilangan Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (3/11/2025).
Menurut Kanjeng Senopati, era kebangkitan atau masa kejayaan dan masa keemasan bangsa nusantara itu bukan dongeng masa lalu, tapi akan hadir kembali pada abad 21 ini dan bukan halusinasi, karena sudah tercatat baik dalam literatur Islam di dalam Nubuwah Nabi bahwa akan muncul kejayaan dari arah timur. Dan berbagai manuskrip masa lalu seperti catatan Ronggo Warsito, dan prediksi ramalan Jayabaya.
“Sesungguhnya siklus masa kejayaan dan keemasan bangsa nusantara itu setiap siklus 7 abad. Siklus pertama terjadi pada abad ke-7 yaitu pada era kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Lalu siklus ke dua abad 14 yaitu, pada era kejayaan Kerajaan Majapahit, dan kemudian 7 abad kemudian siklus ke tiga yaitu kini di abad 21 merupakan siklus yang kita nantikan bersama, tentunya ada masa transisi menuju masa kejayaan dan keemasan tersebut,” ungkap Kanjeng Senopati.
“Bangsa ini akan mengalami puncaknya degradasi (penurunan) dan keterpurukan, kemudian terjadi perubahan – perubahan besar dan disusul dengan pembersihan perapihan building system tatanan negara yang diprediksi akan dimulai pada tahun 2027 dan seterusnya,” jelasnya.
“Kenapa tahun 1927, karena itu bertepatan dengan Perjanjian Tapak Siring tahun 1927, yaitu berakhirnya perjanjian awal akhir 100 tahun yaitu tahun 2027 antara founding father (para raja sultan nusantara) yang dipimpin oleh Sunan Pakubuwono X dengan Kusno Wibowo (Soekarno muda), di mana para raja sultan bersepakat membentuk Negara Kesatuan Republik pada tahun 1927 yang dilanjut dengan ikrar para raja sultan seluruh nusantara yang terkenal dengan nama Sumpah Pemuda pada tahun 1928 silam,” ungkapnya.
Kanjeng Senopati juga menegaskan, bahwa raja sultan nusantara dan ulama nusantara siap mengawal Presiden Prabowo sampai proses transisi menuju era Indonesia Baru, Indonesia Emas yang adil, makmur dan sejahtera dengan mewujudkan manusia Pancasila Nusantara seutuhnya sesuai dengan UUD 1945.
Kanjeng Senopati juga mengingatkan, bahwa di tahun 2027-2030 merupakan masa-masa kondisi Indonesia paling kritis, rawan dan darurat negara. Tapi setelah 2030 baru penentuan lepas landas menuju era Indonesia baru yang dicita-citakan tersebut.
Menurutnya, pada periode 2027-2030 akan menjadi ajang pertaruhan dan pertarungan sengit para elit global untuk terus menancapkan cengkeramannya demi tetap menguasai nusantara sepenuhnya melalui proxy nya, “boneka-boneka” yang ditempatkan di berbagai lini dan sektor pemerintahan dengan dukungan finansial yang kuat.
“Ini yang harus kita waspadai bersama, jangan sampai misi para elit global untuk memporak porandakan sendi-sendi bangsa dengan cara membeli kekuasaan dan mengadu domba sesama anak bangsa dapat terlaksana, mereka senang kalau bangsa kita berpecah belah dan menjadi bangsa yang kecil,” tegasnya.
“Kita harus solid dan optimis, bersatu dan tidak boleh tercerai berai oleh beragam isu miring dan iming-iming yang dihembuskan para buzzer kapitalis dan penghianat bangsa yang selama ini menjadi kaki tangan globalis,” jelas pria yang merupakan pl cucu buyut PB X ini.
“Para raja dan sultan nusantara tidak akan tinggal diam, kita akan satukan barisan bergerak bersama ulama untuk mengawal pemerintahan Prabowo Subianto demi mewujudkan kejayaan nusantara,” tegas Kanjeng Senopati.
“Bicara soal kerajaan nusantara, otomatis bicara tentang peradaban dunia juga, karena nusantara selama dua siklus sebelumnya (abad 7 dan 14) terbukti telah menjadi poros bumi peradaban dunia. Dan kini, kita harus bersama mengiringi serta bersatu padu untuk mewujudkan siklus ketiga era kebangkitan nusantara,” pungkasnya.
Reporter: Drajat
Leave a comment