Kokolot di Rumpin Bogor Minta Penutupan Tambang Dikaji Ulang, Khawatirkan Dampak Negatif yang Mungkin Terjadi

Keterangan Foto: Lokasi Salah Satu Pertambangan di Indonesia. Sumber Foto : PIPIT GROUP

BOGOR (KM) – Penutupan sejumlah tambang di wilayah Bogor menuai reaksi dari masyarakat. Salah satunya dari tokoh masyarakat ‘kokolot’ yang enggan disebutkan namanya dari Desa Cipinang, Rumpin. Dirinya menyampaikan keresahan warga yang terdampak secara ekonomi sejak tambang-tambang tersebut ditutup beberapa minggu lalu.

Dirinya menyampaikan harapan dan keluh kesahnya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ketika di wawancarai awak media dengan menggunakan bahasa Sunda yang sudah diterjemahkan.

“Assalamu’alaikum pak gubernur, saya masyarakat Cipinang, Rumpin, saya mohon ke bapak agar pertambangan dibuka lagi. Karena udah banyak warga datang mengeluh ke saya, bingung harus bagaimana setelah tambang ditutup. Baru beberapa minggu saja sudah sangat terasa dampaknya, apalagi kalau berbulan-bulan,” jelasnya saat ditemui di saung dekat kediamannya, Kamis (9/10).

Menurutnya, yang berkuasa dalam negara adalah pemerintahan, bukan pihak-pihak tertentu yang punya pengaruh di lapangan. Ia mengharapkan pemerintah segera mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak semakin terbebani.

“Yang punya kekuasaan di negara ialah pemerintahan, meskipun manusia punya tanduk 6 meter, punya taring, preman atau manusia punya sayap, tetap saja tidak akan kuat jika melawan pemerintahan,” jelasnya.

“Jadi saya mohon kepada bapak gubernur untuk segera membuka kembali pertambangan, demi kelangsungan hidup masyarakat agar menghindari perbuatan dosa/hal negatif yang terjadi,” tambahnya.

Bukan hanya itu, dirinya juga mengingatkan bahwa dibukanya pertambangan untuk menghentikan atau menghindari sifat manusia yang memiliki rasa ketidakpuasan terhadap pemerintah.

“Meskipun banyak kebaikan dari pemerintah, yang tadinya masyarakat suka dan mendukung penuh pemerintahan tapi dengan adanya tindakan yang dinilai oleh kami orang awam sebagai kejelekan dengan ditutupnya pertambangan maka semua kebaikan itu hilang dan tinggal kejelekan yang terlihat oleh kami karena awamnya kami sebagai masyarakat yang menyalahkan pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, segala yang terjadi atas kuasa Allah, manusia hanya bisa bersabar dan berdoa.

“Semua yang terjadi hakekatnya di Allah SWT, hanya sebabnya saja. Cik saur guru tidak akan ada yang keluar sejumlah kejadian apapun itu termasuk tutupnya pertambangan ini karena iradat Allah melalui gerak bapak,” ungkapnya.

“Sekali lagi saya menyampaikan ke bapak aduan dari masyarakat disini supaya pertambngan cepat kembali dibuka agar warga bisa kembali bekerja menafkahi keluarganya. Jangan sampai mereka melakukan hal yang melawan hukum (pencurian), karena sekarang sudah banyak kejadian kehilangan karena ditutupnya pertambangan,” ucapnya.

Ia berharap agar Gubernur Jawa barat dengan kerendahan hatinya bisa mendengarkan keluhan masyarakat disini agar masyarakat kembali hidup normal, dan dirinya juga sempat menyampaikan permohonan maaf untuk Gubernur Jawa Barat.

“Saya memohon maaf jika perkataan saya ada yang salah atau kurang tepat, karena saya manusia biasa yang tidak sekolah dan bukan lulusan pesantren tapi saya di sini disebut kokolot (tokoh) sama warga meski sebetulnya saya tidak mau disebut kokolot, saya kasihan ke warga khususnya desa Cipinang. Maka disini saya menyampaikan aspirasi saya dan warga Cipinang, intinya ingin dibuka perusahaan tambang sesegera mungkin, Haerukalam wasamamualaikum waroh matulah hi wabarokatuh,” tegasnya.

Reporter:  Septiawan

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.