Dirut PDAM Ikut ke Luar Negeri Saat Pasokan Air Tersendat, Aktivis Nilai Tak Peka Kesulitan Warga

Foto: Antrian warga Bogor untuk dapatkan air bersih.(Dok.KM)

BOGOR (KM) – Gangguan pasokan air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Di tengah situasi tersebut, publik justru dibuat heran dengan kabar kepergian Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan dalam rombongan kunjungan kerja ke luar negeri bersama Wali Kota Bogor.

Pengamat Politik dari Tan Malaka Institute, Muhamad Rezki, menilai bahwa langkah Dirut PDAM tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap kondisi sulit yang sedang dihadapi warga.

“Dengan kurangnya pasokan air tentu saja menghambat aktivitas masyarakat, ini dirasakan oleh semua kalangan. Kondisi di mana pasokan air PDAM terhenti dan pejabatnya justru ke luar negeri jelas menimbulkan keresahan publik, bahkan kerugian bagi warga terdampak,” ujar Rezki, Selasa (15/10).

Foto: Antrian wadah penampung air bersih warga Kota Bogor.(Dok.KM)

Gangguan pasokan air dilaporkan terjadi di beberapa Kecamatan seperti Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Barat. Warga mengeluhkan air yang tidak mengalir hingga lebih dari dua hari, sementara sebagian lainnya mengaku menerima air dalam kondisi keruh dan berbau.

Lebih lanjut, Rezki yang juga pegiat anti korupsi itu pun turut mempertanyakan urgensi keikutsertaan Dirut PDAM dalam kunjungan luar negeri tersebut, terutama saat masyarakat membutuhkan perhatian dan solusi cepat dari manajemen perusahaan daerah.

“Urgensinya apa kok Dirut PDAM ikut rombongan Wali Kota ke luar negeri? Apa dampak positifnya bagi PDAM sebagai BUMD Kota Bogor?” tegasnya.

Menurut Rezki, pimpinan PDAM seharusnya fokus menangani berbagai persoalan pelayanan yang sudah lama dikeluhkan pelanggan, bukan meninggalkan kota di tengah krisis pasokan air.

“Tugas Dirut itu mestinya bekerja menyelesaikan persoalan seperti kualitas air yang keruh, tagihan yang tiba-tiba membengkak, air leding yang tidak mengalir berhari-hari, pemutusan meter PDAM, hingga perilaku petugas yang tidak ramah,” tambahnya.

Foto: Pegiat Anti Korupsi, Muhamad Rezki.(Dok.KM)

Ia mendesak Pemerintah Kota Bogor melakukan evaluasi terhadap kinerja PDAM Tirta Pakuan, serta memastikan setiap kegiatan dinas ke luar negeri memiliki manfaat yang nyata bagi peningkatan pelayanan air bersih di Kota Bogor.

“Kunjungan luar negeri tidak akan berarti apa-apa jika pelayanan dasar seperti air bersih saja belum bisa dipenuhi secara maksimal,” pungkasnya.

Reporter: Ki Medi
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*