Warga Tolak Kesepakatan Penutupan Akses Jalan di KST BJ Habibie, BRIN Dinilai Abaikan Kepentingan Masyarakat
TANGERANG (KM) – Rencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menutup akses jalan di kawasan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie menuai penolakan dari masyarakat sekitar.
Dalam pertemuan yang digelar bersama pihak BRIN, pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat pada Jumat (24/9), sejumlah warga terdampak menegaskan tidak menerima kesepakatan yang ditawarkan.
Herman, tokoh masyarakat setempat, menyampaikan bahwa jalan yang akan ditutup merupakan jalan milik Provinsi Banten yang selama ini menjadi akses penting warga.
“Intinya masyarakat menolak jalan tersebut ditutup, karena memang jalan tersebut milik provinsi Banten,” tegas Herman.
Masyarakat menilai pemerintah seolah lepas tangan dalam menyikapi persoalan ini. Saat dikonfirmasi, Plt Camat Gunung Sindur, Jamalludin, menyatakan dirinya tidak hadir dalam rapat sosialisasi pengalihan akses jalan tersebut.
“Saya diwakili oleh Kasi Trantib/Kanit Pol PP, karena tadi ada agenda ke pemda. Koordinasi langsung saja ke Pak Sugiharto yang mengikuti rapat,” kata Jamalludin melalui pesan What’sApp.
Sementara itu, Sugiharto ketika dimintai tanggapan terkait hasil pertemuan antara masyarakat dan BRIN hanya memberikan jawaban singkat.
“Siap,” tulis Sugiharto.
Hingga kini, penolakan warga atas rencana penutupan jalan tersebut masih berlanjut. Warga berharap pemerintah maupun BRIN mempertimbangkan kembali kebijakan yang dinilai merugikan aksesibilitas masyarakat sekitar.
Reporter: Luky
Editor: Drajat
Leave a comment