Minim Fasilitas Dasar dan Dikeluhkan Pengunjung, Hotel RedDoorz Diintai Penutupan
JAKARTA (KM) – Pengunjung Hotel Reddoorz di bilangan Jakarta Barat merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan, terutama terkait fasilitas dasar seperti air minum dan kamar mandi yang dinilai tidak memenuhi standar.
Berdasarkan konfirmasi dengan awak media Kupas Merdeka terkait keluhan pengunjung yang dialaminya mpada pada Minggu (4/9/2025), pekerja bernama Sarip mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua bulan (Juni, Juli, Agustus, September 2025) fasilitas air bersih tidak tersedia, dan pengunjung harus membayar untuk mendapatkan air dan sabun.
Menurut Sarip, pengelola RedDoorz yang bernama Iren Sesunkar, menjual sabun, sikat gigi, dan sampo dengan harga Rp5.000, sedangkan air dijual seharga Rp8.000.
Dengan total hampir 50 kamar, pengunjung merasa bahwa RedDoorz tidak memberikan pelayanan yang memadai dan meminta agar tempat tersebut ditutup.
Pengunjung juga berharap agar pihak Pemda dan pelaku usaha perhotelan mengambil tindakan tegas terhadap RedDoorz.

Saat dikonfirmasi oleh awak media Kupas Merdeka, resepsionis bernama Nani mengakui bahwa masalah ini sudah berlangsung lama.
Upaya konfirmasi lebih lanjut dilakukan dengan mengunjungi kantor Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Barat pada Senin (8/9/2025). Namun, Kepala Seksi Industri Pariwisata Suku Dinas Parekraf Jakarta Barat, Sanyoto sedang tidak ada di tempat.
Staf bernama Joko yang ada di ruangan pun tidak bisa menjawab karena menyatakan bahwa masalah ini bukan ranahnya. Konfirmasi via What’sApp kepada Sanyoto juga tidak mendapat respons hingga saat ini.
Reporter: Saiful
Editor: Drajat
Leave a comment