Proyek Rehabilitasi Stadion Pajajaran Kota Bogor Disorot, Pemuda Bogor Bersatu Ragukan Proses Lelang
BOGOR (KM) – Proses pembangunan di Kota Bogor untuk tahun anggaran 2025 telah resmi bergulir. Sejumlah agenda strategis mulai dijalankan, salah satunya adalah proyek rehabilitasi Gelanggang Olahraga (GOR) atau Stadion Pajajaran, yang menjadi perhatian. Proyek ini tercatat dalam sistem Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode 55286269 dan nama paket “Belanja Modal Rehabilitasi Stadion Pajajaran”, dengan nilai anggaran yang ditaksir mencapai Rp20 miliar. Proyek tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat.
Namun sangat disayangkan, proyek bernilai besar ini justru memunculkan sorotan tajam dari berbagai kalangan, terutama terkait proses lelang yang dinilai tergesa-gesa dan tidak sesuai prosedur. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa jadwal lelang yang semula direncanakan pada tanggal 7 Agustus 2025 secara tiba-tiba dimajukan menjadi 1 Agustus 2025, yang jatuh pada hari ini.
Ketua Pemuda Bogor Bersatu (PBB), Alvian, menyampaikan keprihatinannya terhadap percepatan jadwal lelang tersebut. Ia menilai langkah tersebut dapat menyalahi prosedur hukum yang berlaku dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Proyek sebesar ini harusnya dilaksanakan dengan perencanaan matang dan sesuai aturan. Pemaksaan jadwal lelang dari 7 Agustus menjadi 1 Agustus ini patut dipertanyakan. Kami mendesak agar proses pelelangan dibatalkan dan dikembalikan ke perencanaan awal,” ujar Alvian dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Alvian juga mengungkapkan kecurigaannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang diduga melakukan intervensi dalam proses pelelangan proyek tersebut. “Saya mencurigai dan menduga adanya intervensi dari pihak tertentu yang ingin mempercepat proses ini demi kepentingan tertentu. Hal ini jelas mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik,” tambahnya.
Pemuda Bogor Bersatu menegaskan akan terus memantau dan mengawal jalannya proyek ini agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan keuangan daerah maupun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Reporter: Ki Medi
Editor: Drajat
Leave a comment