Ekskavator Jumbo Proyek Jembatan Petir-Baros Lalu Lalang di Jalan Utama, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan

Foto: Ekskavator jumbo yang nampak melintas di jalan raya tanpa trailer bed.

SERANG (KM) – Sebuah video yang terekam oleh awak media memperlihatkan sebuah ekskavator jumbo yang digunakan dalam proyek pembangunan Jembatan Baros-Petir melaju di Jalan Baros-Petir tanpa menggunakan kendaraan pengangkut khusus (trailer bed), Minggu (3/8/2025).

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusakan jalan utama yang selama ini menjadi akses vital masyarakat sekitar.

Pembangunan jembatan yang tersebar di dua lokasi, yaitu jembatan Kisakub di Kelurahan Tinggar, dan jembatan Malang Nengah di Kelurahan Panca Laksana, kini mendapat sorotan tajam. Pasalnya, jarak antara kedua titik tersebut sekitar 3 kilometer, dan ekskavator jumbo tersebut tampak bolak-balik antar lokasi proyek tanpa pengawalan khusus. Rantai ekskavator pun nampak langsung menggilas badan jalan dan berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur jalan tersebut.

Reviana, salah seorang Aktivis dari Serang Selatan, mengkritik keras kurangnya transparansi dan pengawasan dalam proyek tersebut. Ia juga menyoroti tidak nampaknya papan informasi proyek yang seharusnya terpampang di lokasi proyek sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara.

“Kebiasaan klasik para pengusaha culas, konsultan pengawas yang kerdil, dan pura-pura pikunnya DPUPR Banten dengan mengabaikan papan informasi proyek sangat kami sayangkan masih terjadi di Banten,” ujar Reviana.

Dirinya juga mempertanyakan izin lalu lintas dari Dinas Perhubungan serta pengawasan dari DPUPR Banten terkait aktivitas ekskavator yang melintas tanpa trailer bed. Ia mengingatkan agar pembangunan yang sedang dijalankan jamgan sampai merusak bangunan atau infrastruktur lain yang sudah ada.

“Rantai ekskavator jumbo yang menggilas badan jalan tidak hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga merusak jalan. Harusnya ada pengawasan ketat dan izin lalu lintas dari Dishub. Apalagi, dalam RAB disebutkan ada dua unit ekskavator yang digunakan. Bagaimana bisa membangun tanpa memperhatikan dampak pada jalan yang ada!!,” tegasnya.

Proyek pembangunan jembatan Baros-Petir yang seharusnya membawa manfaat besar bagi masyarakat kini menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan proyek dan dampaknya terhadap infrastruktur jalan utama. Atas hal tersebut, masyarakat dan aktivis berharap agar pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki pengawasan dan memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan tanpa menimbulkan kerusakan baru.

Dikatakan Reviana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten bertanggung jawab atas pengelolaan infrastruktur jalan dan pembangunan fasilitas umum di wilayah Banten.

“DPUPR harus berkomitmen untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutup Reviana.

Reporter: Acun S
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*