Tinjau Lokasi Longsor di Cikeusal, SDA Provinsi Banten Nilai Kondisi Longsor Sangat Kritis dan Harus Ada Tindakan
SERANG (KM) – Usaha masyarakat dalam menyuarakan aspirasi yang didorong semua elemen masyarakat, Aktivis, dan Anggota DPRD Kabupaten Serang, tentang musibah longsor yang diakibatkan abrasi sungai Ciasem dan sungai Cisangu, kini mulai menemukan secercah harapan, pada Kamis (3/7/2025).
Longsor yang sudah terjadi selama bertahun tahun ini, bahkan sudah mengakibatkan beberapa rumah warga hancur dan tak pernah tersentuh oleh pihak pemerintah terkait, kini mulai dilakukan peninjauan ke lokasi oleh Dinas PERKIM Kabupaten Serang, Dinas PUPR Kabupaten Serang, dan Dinas PUPR Provinsi Banten Bidang SDA, setelah informasi yang disampaikan para aktivis viral di melalui media sosial, semua dinas terkait langsung terjun ke lokasi bencana.
Adapun lokasi yang terdampak longsor di Kecamatan Cikeusal meliputi tiga Desa yaitu : Desa Panosogan, Desa Katulisan, dan Desa Panyabrangan, di mana dari ke tiga desa tersebut terdapat 52 rumah terdampak longsor, yaitu di Desa Panosogan 7 rumah, Desa Katulisan 25 rumah terdampak dan 5 rumah lainnya sudah habis terbawa longsor, serta di Desa Panyabrangan ada 15 rumah yang terdampak longsor.
Juni Moro, selaku tim teknis Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Banten, saat dikonfirmasi disela kegiatan, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan survei lokasi longsor di tiga desa yang ada di Kecamatan Cikeusal, untuk melihat kondisi dan mencari solusi penanganan yang cocok untuk bagaimana dan kapan, terutama dana yang harus dipersiapkan.
“Hari ini kami survei lapangan, di Kecamatan Cikeusal di tiga lokasi, yaitu Desa Panosogan, Desa Katulisan, dan Desa Panyabrangan. Dari ketiga lokasi tersebut potensi longsor sangat kritis, dan hemat kami perlu segera ditangani pengendalian banjir dan pencegahan erupsi tebing,” ujar Juni kepada awak media, Kamis (3/7/2025).
Dikatakan Juni Moro, pihaknya akan melakukan Tofografi terlebih dahulu di masing-masing kejadian longsor.
“Kami akan melakukan pengukuran Tofografi di masing- masing lokasi kejadian longsor di Sungai Ciasem dan Sungai Cisangu. Dan untuk penanganan ke depan, yang pertama lebih cocok kami merencanakan penguatan tebing memakai Sheet Pile, akan tetapi aksesnya tidak memungkinkan, jadi ada dua alternatif yaitu kontruksi beton atau pasangan batu,” tambahnya.
“Untuk perealisasian kami akan berdiskusi dengan SDA untuk mencari solusi bagaimana dan kapan, terutama dana yang harus di persiapkan,” tuturnya.

Sementara itu Acun Sunarya, SH, selaku Ketua Aliansi Masyarakat Cikeusal sekaligus warga terdampak, dirinya merasa bersyukur dengan adanya peninjauan dari pihak SDA Provinsi. Ia berharap penanganan dapat segera direalisasikan.
“Kami mewakili masyarakat Cikeusal yang terdampak longsor di tiga desa, hari ini mengawal pihak SDA Provinsi Banten meninjau ke lokasi longsor. Alhamdulillah dari hasil peninjauan tersebut mudah mudahan ada solusi terbaik yang katanya di tahun depan mudah mudahan akan di realisasikan pembangunan Penguatan tebing dengan Sheet pile dan yang lainnya, mudah mudahan pihak Provinsi Banten, pihak BBWSC3 Banten, dan Pemerintah Kabupaten Serang, dapat bersama sama berdiskusi untuk mencari solusi terbaik untuk warga Cikeusal yang terdampak longsor,” harapnya.
Reporter: Adie L
Editor: Drajat
Leave a comment