Perkuat Infrastruktur dan Layanan Publik di Parungpanjang, Pemkab Bogor Alokasikan Anggaran 500 Milyar Lebih
BOGOR (KM) – Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade menegaskan komitmen kuatnya bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto, untuk memajukan infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah barat Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Parungpanjang.
Penegasan ini disampaikan Jaro Ade dalam acara ‘Abdi Nagri Nganjang Ka Warga’ yang digelar di Lapangan Macesa Jalan Moch Toha Kecamatan Parungpanjang Bogor, Sabtu malam (12/07/2025).
Jaro Ade mengungkapkan bahwa Pemkab Bogor telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp500 miliar, khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan.
Salah satu upaya nyata yang kini sedang diperjuangkan adalah pengadaan jalan alternatif yang diperuntukkan khusus bagi angkutan tambang.
Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi beban lalu lintas serta dampak kerusakan jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Parungpanjang.
“Pak Bupati hari ini sedang memanggil para pengusaha pemilik lahan agar tanahnya bisa dihibahkan untuk pembangunan jalan tambang. Tujuannya agar angkutan tambang tidak lagi lewat Parungpanjang. Kita butuh solusi nyata,” kata Jaro Ade sebagaimana dalam rilis Pemkab Bogor, Minggu (13/7/2025).
Lebih lanjut, Jaro Ade menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai di wilayah tersebut. Ia menyebutkan bahwa harapan besar masyarakat untuk memiliki rumah sakit di Parungpanjang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain itu, Pemkab juga terus berupaya agar tidak ada lagi hambatan bagi anak-anak lulus SD untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
“Saya juga mendorong Pak Gubernur untuk menambah ruang kelas SMA dan SMK Negeri di Parungpanjang. Jangan sampai ada anak-anak yang kesulitan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan fasilitas,” tutur Jaro Ade.
Dalam kesempatan tersebut, Jaro Ade juga menyampaikan pesan dari Bupati Bogor Rudy Susmanto bahwa seluruh jajaran pemerintah, termasuk DPRD, siap bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan warga Parungpanjang.
“Kami ingin tahun 2026 nanti, jalan-jalan sudah mulus, investasi masuk, dan masyarakat setempat bisa lebih sejahtera. Kita dorong investasi yang ramah lingkungan dan menyerap tenaga kerja lokal,” kata Jaro Ade.
Disamping itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menyoroti kondisi jalan rusak di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, yang disebabkan oleh truk tambang.
“Saya tidak rela rakyat saya yang tergilas ditindas. Saya tidak rela rakyat saya menderita, nafasnya sesak menghirup debu dari aktivitas pertambangan di sini,” ujar Dedi Mulyadi dengan penuh emosi.
Ia juga menangis karena masyarakat Parungpanjang Bogor dijadikan Keset (kain pembersih kaki) oleh pengusaha tambang.
“Saya menangis karena rakyat saya hanya dijadikan keset oleh penguasa,” bebernya dengan nada tersendat karena sambil terisak,” pungkasnya.
Dedi Mulyadi juga menyebut Pemprov Jabar telah menyiapkan anggaran untuk membangun jalur khusus bagi truk tambang.
Reporter: HSMY
Editor: Drajat
Leave a comment