Pemuda Legok Kawal Peraturan Bupati Terkait Jam Operasional Truk Tambang
TANGERANG (KM) – Pemuda Legok kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan dan ketertiban masyarakat. Diwakili oleh Akbar Subagya, para pemuda bersama masyarakat melakukan pengawalan terhadap Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Tangerang No.12 Tahun 2022 yang mengatur jam operasional truk tambang sumbu tiga.
Pengawalan ini dilakukan di Jalan Raya Legok–Parungpanjang, tepatnya di pertigaan LG, salah satu titik yang kerap dilintasi truk tambang bermuatan berat di luar jam operasional. Sesuai aturan, truk tambang hanya diperbolehkan melintas pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi pelanggaran. Truk tambang yang melintas di luar jamnya sangat mengganggu, terutama aktivitas anak-anak sekolah di pagi hari. Kalau terus dibiarkan, warga bisa saja turun aksi ke jalan,” tegas Akbar Subagya, perwakilan pemuda Legok.
Aksi ini bukan yang pertama kali dilakukan. Masyarakat merasa bahwa pengawasan aturan harus melibatkan partisipasi aktif warga agar benar-benar efektif di lapangan.
“Pemerintah perlu segera mengevaluasi pelaksanaan Perbup ini, berjalan baik atau tidak. Jangan sampai aturan ini hanya jadi formalitas tanpa pengawasan nyata,” tambah Akbar.

(Dok.KM)
Menanggapi laporan soal aksi pengawalan warga, Jainudin selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang yang baru dilantik, merespons positif melalui pesan WhatsApp.
“Terima kasih peran sertanya dalam mengawal Perbup 12. Semoga kita bersinergi menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Tangerang. Minggu depan saya mengawali tugas di Dishub, saya agendakan akan mengunjungi lokasi dan bersilaturahmi,” tulis Jainudin.
Sementara itu, H. M. Yusuf Fachroji, pejabat yang akan segera aktif di wilayah terkait, juga memberikan tanggapan saat dihubungi via WhatsApp.
“Nanti kita koordinasikan dengan dinas terkait ya, Pak. Mudah-mudahan ada solusinya. Saya juga belum apa-apa, sekarang masih di Cisauk. Nanti kita bahas bersama setelah saya aktif di sana,” tulis Yusuf.
Aksi nyata dari masyarakat Legok ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif terhadap ketertiban dan keselamatan terus tumbuh. Dengan komitmen dari pejabat yang baru dilantik, masyarakat berharap sinergi antara warga dan pemerintah bisa menjadi solusi nyata bagi permasalahan lalu lintas tambang yang sudah lama dikeluhkan.
Reporter: Luky
Editor: Drajat
Leave a comment