Proyek Pembangunan Drainase Dikerjakan Kontraktor Inisial OP Di Beberapa Lokasi Diduga Menyimpang, BPK Lakukan Pemeriksaan

Keterangan foto: proyek Drainase Yang Dikerjakan Kontraktor Inisial OP Di Wilayah Wanasari Dan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi

Bekasi (KM) – Pembangunan proyek drainase menggunakan (U-Ditch) memakai anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi 2025, melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman, judul pekerjaan, Pembangunan Drainase di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, yang berlokasi Kampung Hutan RW 29, dikerjakan penyedia inisial OP memakai perusahaan sewaan CV. Aprillia, dengan total anggaran RP. 1.844.575.800,00 diduga dikerjakan tidak secara maksimal dan tidak mengerti teknis.

Pasalnya, akibat kurangnya pengawasan dari Dinas dan konsultan, di waktu pekerjaan berjalan, dan saat ini pekerjaan tersebut sudah dilakukan Provisional Hand Over (PHO), namun analisa pembangunan pemasangan U-Ditch tidak tertuang pasir sebagai pondasi lantai kerja.

Padahal, adanya pembangunan drainase U-Ditch. Seharusnya bisa berfungsi untuk kelancaran pembuangan air agar bisa bermanfaat bagi warga.

Namun, justru pekerjaan itu mendapatkan keluhan dari warga setempat, pihaknya mengatakan, semenjak saluran air ini di perbaiki malah jadi banjir.” Sebelumnya tidak pernah mengalami banjir, apalagi saluran airnya sekarang malah jadi sempit.

Tidak hanya itu saja, untuk perapiannya saja sangat amburadul di bagian sisi saluran pada hancur Plesternya,”kata warga setempat yang tidak ingin namanya di sebut kepada media waktu lalu.

Keterangan foto: proyek Drainase Yang Dikerjakan Kontraktor Inisial OP Di Wilayah Wanasari Dan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi

Sementara, Lucky sebagai konsultan pengawas waktu dikonfirmasi melalui pesan whatsApp terkait kegiatan saluran tersebut, dirinya tidak bisa memberikan jawaban.

Menurut Yanto Purnomo, Ketua Komunitas Peduli Bekasi, dirinya menilai, pada pembangunan drainase dengan menggunakan item U-Ditch, dinas seharusnya paham masalah analisa kebutuhan teknis, terlebih dahulu melakukan pemasangan lantai kerja sebelum peletakan U-Ditch.

Karena fungsi permulaan lantai kerja, untuk dapat mengontrol elevasi dengan permukaan saluran drainase yang bisa dipasangkan. Sehingga saat U-ditch precast yang sudah diturunkan bagian elevasinya bisa Anda aplikasikan dengan cukup baik,” jelasnya yanto kepada kupasmerdeka.com sabtu, (14/06/2025).

Apalagi, lanjut yanto mengatakan. Kalau cara sistem kerjanya tidak memperhatikan elevasi, maka aliran air tidak mengalir dari hulu ke hilir dan aliran air tidak akan menyambung.

Terkait pekerjaan drainase di Kelurahan Wanasari Kecamatan Cibitung yang dikeluhkan warga, kontraktor inisial OP juga memiliki pekerjaan drainase di wilayah Kelurahan Jatimulya Kacamatan Tambun Selatan di beberapa titik lokasi, sangat di sayangkan, dilokasi pekerjaan tidak pernah nampak papan nama proyek, ada dugaan anggarannya pun terbilang lumayan besar,”ungkap Yanto.

Parahnya lagi, dilokasi pekerjaan ditemukan ada beberapa U-Ditch yang pecah dan patah.” Kepada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Diperkimtan) Kabupaten Bekasi, Yanto Purnomo menegaskan, untuk melibatkan lembaga independen guna menguji kualitas mutu material U-ditch proyek saluran air tersebut,”tegasnya Yanto.

“Seperti Sucofindo perlu dilibatkan untuk menguji mutu kualitas U-ditch. Karena. Penggunaan material berkualitas rendah pada pembangunan saluran air memang rawan penyimpangan.

Perlu dipahami, lebih lanjut Yanto mengatakan, untuk harga barang yang lebih murah dengan barang pabrikasi, memicu pihak kontraktor mengabaikan spesifikasi pekerjaan,”ucapnya.

Terkadang pihak penyedia (Kontraktor) sering ditemukan, diduga memakai Material U-ditch yang lebih murah sampai lokasi biasanya langsung ditanam.

Maka dari itu, Yanto Purnomo mendesak inspektorat Kabupaten Bekasi dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) agar melakukan pemeriksaan spesifikasi material U-ditch pada pembangunan saluran di setiap pekerjaan yang dikerjakan kontraktor inisial OP,”cetus Yanto.

“Mengusut adanya dugaan pemakaian U-ditch tidak sesuai standar, jadi harus dilakukan pemeriksaan hingga tuntas, saya khawatir U-ditch abal-abal akan digunakan pada proyek-proyek saluran yang dibiayai uang negara,”pungkasYanto.

 

Reporter: Den

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.