Kepala Desa Cibunian Diduga Kuat Selewengkan Anggaran Ketapang tahun 2024
BOGOR (KM) – Kepala Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, diduga kuat selewengkan anggaran ketahanan pangan dengan menjual kambing pejantan sebanyak 10 ekor, dan sampai saat ini, Kamis (12/06/25), belum juga dikembalikan.
Menurut informasi dari puluhan peternak kambing yang didaulat oleh Pemerintahan Desa Bunian menjadi pengeloa ketahanan Pangan tahun anggaran 2024 tersebut mengatakan kepada LSM Gempar terkait kronologis kambing yang mereka kelola.
“Program Ketapang yang dikelola Kelompok Peternak Kambing, Kampung Cisalak Dua Rt 001/015 Desa Cibunian mengatakan, sebelumnya mereka peternak kambing ada 10 orang, saat ini tinggal 5 peternak,” ungkap Nomin dan Rahmat kepada LSM Gempar saat investigasi langsung kelapangan.
Nomin sebagai pengelola, awalnya diberikan kambing 9 ekor, terhitung dari bulan September 2024. Diantaranya 7 ekor betina dan 2 ekor pejantan. Namun untuk Rahmat diberi kambing 5 ekor, betina 3 ekor dan pejantan 2 ekor untuk diternak dari program Ketapang.
Namun mereka merasakan ketidak adilan, karena belum genap 1 tahun sudah diambil pejantannya tanpa diketahui alasannya kenapa diambil.
“Kemungkinan besar untuk dijual pada saat momen bulan haji, ungkap Nomin.
“Tadinya peternak kambing ada 10 orang, sekarang tinggal 5 orang peternak,” tambahnya.
Mereka pun mengeluhkan dan mengaku akan mundur dari program ketapang tersebut.
“Karena sudah 10 pejantan diambil dari 5 peternak kambing saat ini di Desa Cibunian tanpa ada musyawarah mufakat,” kesal Nomin.
“Artinya puluhan juta hasil program ketahanan pangan yang seharusnya bisa memberdayakan masyarakat dan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), namun seakan diklaim, diduga oleh kepala Desa Cibunian,” ujar pengurus LSM Gempar, Sambas Alamsyah kepada awak media Kupasmerdeka.com.
“Oleh karena dirasa tidak ada keadilan, mereka para petenak akan mundur dari program ketapang ini, bahkan akan melakukan demo, membawa kambing kembali ke kantor desa,” tambanya.
“Saya Sambas Alamsyah akan melakukan investigasi berikutnya dan akan melakukan klarifikasi, di kemanakan kambing itu? Dijual atau diapakan kepala desa? tapi para peternak yakin itu dijual,” tutup Sambas Alamsyah.
Reporter: Gats
Editor: Drajat
Leave a comment