Harapan Tipis Ratusan UMKM Raih Untung di Kabogor Fest 2025, Konsep Penataan Ruang Panitia Dinilai Tidak Jelas

Jejeran booth umkm dan dinas yang hampir menutupi badan jalan di Kabogor Fest 2025 (Dok.KM/Jat)

BOGOR (KM) – Memasuki hari ke 6 perhelatan Kabogor Fest 2025 dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke 543 di areal Stadion Pakansari Cibinong semakin membuat was was dan cemas para pelaku UMKM. Pasalnya, informasi soal target pengunjung sebanyak 2 juta orang nampaknya hanya isapan jempol semata.

Sepinya pembeli sejak hari pertama gelaran Kabogor Fest 2025 sudah menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan pelaku UMKM yang turut serta memeriahkan perhelatan tersebut.

Dari informasi yang diperoleh terkait hasil Teknikal Meeting (TM) H-2 pelaksanaan Kabogor Fest 2025, ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan saat pelaksanaan acara, sehingga muncul dugaan seolah “mengorbankan” harapan besar ratusan pelaku umkm yang membayangkan even tahun ini ramai pembeli seperti tahun tahun sebelumnya.

Dari hasil reportase lapangan dengan pihak-pihak yang mengikuti TM tersebut, dijelaskan bahwa penempatan tenda tenda (booth) UMKM dan dinas tdk diperkenankan berada di jalur lintasan kendaraan, sehingga tidak mengganggu arus pengguna kendaraan dan pejalan kaki, serta memastikan pelaksanaan karnaval dapat lancar mengelilingi areal stadion pakansari dan konsentrasi massa lebih merata dan tidak hanya berada pada titik tertentu saja.

Faktanya, tenda-tenda yang berlabel Forum UMKM dan dinas hampir seluruhnya terpasang menutup badan jalan, sehingga akses kendaraan terhalang, estetika hilang, bahkan pejalan kaki pun mengeluhkan kesemrawutan jalur.

Kondisi tersebut juga menjadi pemicu utama tidak dilaluinya beberapa zona lain dalam kegiatan karnaval, di mana juga terdapat banyak ratusan pelaku UMKM lain dan mengaku sangat kecewa dengan kondisi tersebut.

“Sepi pembeli sejak awal acara kang, saya bingung dengan konsep panitia yang gak jelas ini, kenapa pada pasang tenda di badan jalan sehingga menghambat lalu lalang pengunjung dan areal kami sama sekali tidak terlintasi oleh kegiatan karnaval,” keluh beberapa pedagang yang berjualan di areal Gate 4.

“Saya juga bingung, waktu TM panitia, jalur lintasan jelas-jelas tidak boleh terganggu dengan tenda-tenda, tapi kenapa jadi berubah semua? Kasian ini para pedagang jadi pada down sejak hari pertama acara,” ungkap Kinel selaku panitia acara dari unsur Yayasan Pohon Emas Nusantara (PENA Foundation), Senin (16/6).

“Dinas yang awalnya minta bergabung di zona kami untuk arena mini zoo, juga tiba-tiba malah buka sendiri, selain itu sebagian besar konsep acara yang kami paparkan saat TM, ternyata banyak di copy paste oleh pihak lain yang juga hadir dalam TM saat itu,” imbuhnya.

Atas situasi yang dianggap merugikan para pelaku UMKM tersebut, awak media ini mencoba mengonfirmasikan langsung ke Ketua Panitia acara, Yudi Santosa via What’sApp pada Selasa pagi (17/6).

Namun, hingga berita ini tayang, belum ada respon sama sekali dari pria yang baru saja dirotasi sebagai Kadis Damkar dari posisi sebelumnya selaku Kadisbudpar Kabupaten Bogor.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.