Hadiri Rakor Pangan di Semarang: Harga Bahan Pokok Relatif Aman
Semarang (KM) – Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan di Semarang dihadiri oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang Idulfitri serta persiapan panen raya padi yang diperkirakan mencapai 13,95 juta ton—proyeksi tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Pemerintah menargetkan Bulog untuk menyerap hingga 3 juta ton beras dengan harapan pada akhir 2026 tidak lagi mengimpor beras.
“Harga gabah paling murah ditetapkan Rp6.500/kg dan meminta kepala daerah untuk memantau panen padi secara efektif,” ujarnya, Kamis (20/3/2025).
Mendag Busan menyatakan bahwa harga bapok nasional relatif stabil menjelang Lebaran, meskipun ada sedikit kenaikan permintaan.
Dalam Rakor, ia juga memperkenalkan tiga program sinergi dengan pelaku usaha selama Ramadan dan Lebaran 2025:
1. Friday Mubarak (28 Februari—28 Maret 2025): Diskon hingga 40% untuk bahan kebutuhan sehari-hari di ritel modern setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.
2. Belanja Online Produk Lokal (25 Februari—3 April 2025): Kampanye diskon produk lokal melalui platform e-commerce.
3. Bina Lebaran (14—30 Maret 2025): Diskon multiproduk hingga 70% di pusat perbelanjaan dan department store.
Sebelum Rakor, Mendag Busan menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) di Semarang yang menyediakan bahan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar umum. Harga-harga yang ditawarkan dalam GPM meliputi beras premium Rp14.800/kg, minyak goreng kemasan premium Rp21.000/liter, telur ayam ras Rp24.000/kg, dan lainnya.
Acara Rakor dan GPM ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Forkompinda Provinsi Jawa Tengah, kepala daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, dan perwakilan Bank Indonesia secara daring.
Leave a comment