Dishub Bogor 1000% Dukung Penuh Realisasi Jalur Tol Khusus Tambang
BOGOR (KM) – Kabid Dal Ops Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Dadang Kosasih atau yang sering disapa Hengky mendukung penuh 1000% realisasi untuk pembangunan Jalur Tol Khusus Tambang di Wilayah Bogor bagian Barat.
“Jelas saya dukung 1000 persen ya bukan hanya 100 persen, untuk realisasi pembangunan Jalur Tol Khusus Tambang, yang sudah menjadi terget Gubernur Jawa Barat 2025 Dedy Mulyadi yang sebentar lagi akan dilantik,” ucap Hengky di Bapeda Litbang Kabupaten Bogor, Senin sore (10/2/2025).
Hengky menuturkan, akan terus bekerja untuk melayani masyarakat di Kecamatan Parungpanjang.
“Intinya yang bisa kita lakukan untuk melindungi masyarakat akan kita lakukan, pertama penjagaan dari jam 05.00 WIB pagi sampai jam 22.00 WIB malam hari, sesuai perbup 56 tahun 2023,” tandasnya.
Hengky menuturkan, hari Rabu 12 Februari 2025 besok, akan dilakukan rapat mengenai Jalur Tol Khusus Tambang bersama Forkopimda dan SKPD di Kabupaten Bogor.
“Besok, kita akan ada rapat lagi di Bumi Tegar Beriman, infonya akan digelar di Polres Kabupaten Bogor,” bebernya.
Hengky mengimbau seluruh masyarakat di Parungpanjang membantu dan ikut serta dalam merealisasikan Jalur Tol Khusus Tambang.
“Masyarakat di Parungpanjang turut membantu dan ikut surta karena ada hulu dan hilir. Dan mudah-mudahan Janji Pak Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi ini cepat terealisasi,” imbau Hengky.
Disamping itu, Kabid Infrastruktur Pengembangan Wilayah Bapedalitbang Kabupaten Bogor Arief menegaskan, sudah membuat kajian yang akan dibahas Rabu besok.
“Kita di Bapedalitbang sudah membuat kajian untuk pembangunan Jalan Tambang tahun kemarin sudah beres dan itu menjadi catatan untuk Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat,” tegas Arief.
Hasil kajian itu ada beberapa skenario salah satunya menggunakan peta jalan yang sudah ada atau memakai jalur lain.
“Hasil kajiannya ada beberapa skenario, memakai peta jalan yang sudah dibuat atau keluar jalur atau menggunakan jalan lain,” tutupnya.
Ssbelumnya, Gubernur Jawa Barat terpilih Dedy Mulyadi menjamin realisasi Jalur Tol Khusus Tambang dalam kepemimpinanya.
Ruas jalan yang membentang dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang Kabupaten Bogor.
Selama ini, realisasi Jalur Tol Khusus Tambang terkendala pada penggunaan modal yang melibatkan swasta dan pemerintah.
Akibatnya meski investor sudah menghibahkan lahan untuk di jadikan Jalur Tol Khusus Tambang. Namun, realisasi lanjutannya terhenti.
“Pembangunan jalan khusus tambang akan dilaksanakan di tahun 2026 mendatang, anggarannya secara teknis kita sudah siap selain pembangunan jalan khusus tambang juga membangun jalan eksisting di Kecamatan Parungpanjang dan sekitarnya,” kata Dedi Mulyadi, Senin (10 /2/2025).
Konsep Jalur Tol Khusus Tambang berbayar dan terpisah dari ruas jalan umun warga juga masih dalam perdebatan.
Baik itu pengusaha transporter, pemilik izin galian serta masyarakat yang hidup dari perputaran bisnis galian batu, tanah dan pasir di Wilayah Barat Kabupaten Bogor.
Sementara alokasi dana pemerintah daerah (APBD) terbatas. Akibatnya, kecelakaan melibatkan kendaraan tambang dengan kendaraan roda dua maupun empat milik masyarakat banyak terjadi.
“Bercampurnya lalu lintas kendaraan milik masyarakat dengan truk khusus tambang ini menjadi problem tersendiri berupa rawannya angka kecelakaan lalu lintas, Oleh sebab itu, Rabu lusa kami ada pertemuan dengan Pemkab Tangerang, Pemprov Banten untuk membicarakan jam operasional truk khusus tambang,” tutup Dedy Mulyadi.
Bahkan, selain pembangunan Jalur Tol Khusus Tambang ada yang harus diperbaiki yang sudah puluhan tahun hancur parah yaitu Jalan di Parungpanjang – Bunar Kabupaten Bogor yang anggarannya relatif mahal.
Untuk perbaikan 1,1 kilometer saja, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) harus menggelontorkan anggaran Rp 10 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, Jalan Parungpanjang – Bunar memiliki panjang 28 kilometer dengan lebar rata-ratanya sekitar 6-7 meter. Dari panjang tersebut, 12 kilometernya rusak parah
“Jadi yang rusak itu 13 km, mulai dari Lebak wangi ke arah utara ke Banten. Tahun 2024, APBD Provinsi sudah menangani tapi hanya sanggup 1,1km dari 13km jalan yang rusak,” ujar Bambang, Senin (10/2/2025).
Menurutnya, untuk perbaikan 1,1 kilometer saja, Pemprov Jabar harus mengeluarkan anggaran hingga Rp 10 miliar.
“1,1 km itu sekitar Rp 10 miliar, itu seolah membuat jalan baru, jadi jalan yang ada itu adalah jalan beton dan itu harus kita bongkar semua, kemudian membuat jalan baru lagi menggunakan beton berkualitas yang lebih baik lagi, itulah yang membuat satuan harganya menjadi cukup mahal,” ungkapnya.
Pemprov Jabar tidak setiap tahun menganggarkan untuk biaya perbaikan Jalan Parung Panjang-Bunar karena keterbatasan anggaran.
“Jadi, setiap tahun itu kita anggaran untuk pemeliharaan rutin, jadi kalau misalkan jalan itu berlubang, lekukannya ekstrim, itu kita tambal diperkeras, tapi itu tidak efektif, paling efektif ini adalah kita membongkar dan membangun jalan baru lagi dititik yang sama,” katanya.
Hingga Saat ini, masih tersisa 12 kilometer jalan rusak di Jalan Parungpanjang – Bunar. Rencananya, akan dilakukan perbaikan secara menyeluruh pada 2025 – 2026.
“Memang angkanya (biaya) terlalu mahal, kemudian kita sudah merencanakan untuk penanganan yang sisanya 12km itu di 2025 dan 2026,” pungkasnya.
Reporter: HSMY
Editor: rso
Leave a comment