Pj. Bupati Subang Buka Subang Innovation Festival (SIF) 2024
SUBANG (KM) – Pj. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd, secara resmi membuka Subang Innovation Festival (SIF) 2024, sebuah ajang inovasi yang bertujuan memperkuat daya saing daerah melalui jejaring inovasi. Bertempat di Alun-alun Kabupaten Subang, festival tersebut mengusung tema “Membangun Jejaring Inovasi untuk Pembangunan Berdaya Saing.”
Acara ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang bertujuan memfasilitasi kreativitas dan inovasi masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah.
Kepala BP4D Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.S.Tp, Dirinya memaparkan perjalanan inovasi di Subang sejak tahun 2020 dan sekaligus menjelaskan bahwa program Labinop (Laboratorium Inovasi) telah memicu pertumbuhan inovasi di lingkungan pemerintah daerah. Pada 2023, Subang berhasil mencatatkan 212 inovasi, dengan peringkat inovasi daerah yang kini berada di posisi ke-68 dari 415 kabupaten/kota di Indonesia.
“Semangat inovasi harus terus menggeliat, dan Subang Innovation Festival 2024 ini adalah bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Sebagai puncak acara, Pj Bupati Subang Dr. Imran meluncurkan logo resmi Subang Innovation Festival 2024, yang menjadi simbol dimulainya kompetisi inovasi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, teknologi, pangan, dan ekonomi kreatif.
Setelah itu, Pj. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa ini adalah ketiga kalinya hari itu dia berbicara mengenai inovasi, menekankan bahwa transformasi di berbagai sektor sangat diperlukan untuk memastikan Subang dapat bersaing di masa depan.
Ia juga menggaris bawahi dampak besar dari disrupsi teknologi, terutama yang dipicu oleh pandemi covid-19. Ia mencontohkan bagaimana dunia telah berubah drastis akibat perkembangan teknologi, mulai dari rapat yang dilakukan secara daring hingga kemajuan teknologi kedokteran jarak jauh, seperti operasi lintas negara yang dapat dilakukan dengan bantuan teknologi.
“Kita tidak pernah membayangkan bahwa teknologi akan membawa perubahan sebesar ini. Bahkan, sekarang mahasiswa di Cina lebih memilih mempelajari teknologi kedokteran, bukan lagi ilmu kedokteran murni,” jelasnya.
Ia mengingatkan bagaimana inovasi menjadi kunci kesuksesan banyak perusahaan global, sekaligus penyebab kejatuhan bagi yang tidak berinovasi.
“Dulu, siapa yang tidak kenal Nokia atau IBM? Mereka kalah karena lambatnya inovasi. Perusahaan yang besar dan sukses, seperti Apple dan Samsung, lahir dari kemampuan berinovasi yang cepat dan adaptif. Ini adalah pelajaran penting bagi kita semua, termasuk Subang, untuk terus berinovasi jika ingin tetap relevan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa inovasi harus menjadi semangat yang dihidupkan oleh semua elemen masyarakat, terutama anak muda dan pelajar, yang akan memegang peran penting dalam kemajuan Subang ke depan.
“Subang tidak bisa lagi berjalan. Kita harus berlari, bahkan melompat, agar bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia,” ujarnya penuh semangat.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi pemerintahan, yang menurutnya akan menjadi fondasi masa depan Subang.
“Kita harus siap menghadapi masa depan di mana semua sistem pemerintahan akan beralih ke teknologi digital. Subang harus siap mengikuti tren ini jika ingin maju,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ia juga menyampaikan harapannya agar Subang Innovation Festival dapat melahirkan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.
“Saya berharap melalui festival ini, kita dapat menemukan inovasi-inovasi luar biasa dari anak-anak muda kita, ASN, dan berbagai elemen masyarakat, yang akan membawa Subang menjadi daerah yang lebih maju dan inovatif,” tambahnya.
Reporter: Udin
Leave a comment