Dinas Pertanian Subang Tingkatkan Produksi dan Produktivitas Padi di Tahun 2024
SUBANG (KM) – Dinas Pertanian Kabupaten Subang melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di tahun 2024.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Subang, H Soleman Sidik, S.TP., M.Si., mengungkapkan, sesuai target dari Kementerian Pertanian (Kementan), luas tambah tanam padi atau LTT di Kabupaten Subang yang semula 22 ribu hektar, per 1 Juli sampai 30 Juli 2024 terealisasi hingga seluas 27 ribu hektar.
Dengan capaian LTT yang melampaui target dari kementerian ini, Subang berhasil meraih peringkat ketiga terluas se-Jawa Barat.
“Alhamdulillah dari target 22 ribu hektar, kita terealisasi 27 ribu hektar. Sehingga Kabupaten Subang dapat rengking 3 luas tanam di Jabar,” ujar H Soleman Sidik, Rabu (31/7).
Dengan penambahan luas tanam ini, pihaknya optimistis target produksi maupun produktivitas gabah bisa tercapai.
“Kita optimis target produksi untuk MT II bulan Juli ini tercapai. Di MT I kemarin produktifitasnya 6,9 ton per hektar, mudah mudahan di MT II ini bisa mencapai 7 ton lebih per hektar,” katanya.
Selain LTT, untuk mengamankan produksi dan produktifitas padi, pihaknya juga gencar melakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman atau OPT. Khususnya OPT berupa tikus.
Pengendalian OPT tikus ini dilakukan dengan pengomposan dengan gas, pengumpanan, atau gropyokan, yang dilakukan di beberapa lokasi pertanian yang terdampak tikus.
Upaya paling mutakhir, kata dia, instansinya menginisiasi pembuatan RUBUHA atau Rumah Burung Hantu untuk mengendalikan hama tikus. Burung Hantu diketahui merupakan predator pemakan tikus secara alami.
“Saat ini, serangan OPT paling parah adalah tikus. Karena itu, untuk mengendalikan OPT tersebut dan mengamankan produksi serta produktifitas, diluncurkan pembuatan RUBUHA, diantaranya di Neglasari Kecamatan Pagaden, yang berlangsung secara nasional, dan Subang dipilih sebagai sentranya,” papar dia.
Sementara itu, untuk menghadapi ancaman el nina yang diperkirakan bakal terjadi pada periode Agustus, September hingga Oktober, pihaknya melaksanakan pompanisasi di 30 kecamatan.
“Sesuai informasi dari BMKG, akan terjadi fenomena alam el nina dari Agustus sampai Oktober, sehingga berpotensi kekeringan. Untuk ini kementerian pertanian menyediakan program perluasan areal tanam melalui pompanisasi di seluruh kecamatan yang sudah terealisasi dan sudah terpasang sebanyak 420 pompa dibantu brigade kodim. Sehingga dengan pompanisasi ini, petani bisa memaksimalkan pasokan air ke lahan pesawahan, baik dari embung, sungai maupun dam parit,” jelasnya.
Pihaknya menyebut, untuk perluasan areal tanam atau PAT ini sudah tercapai seluas 3.530 hektar dari target sekitar 6 ribuan hektar.
“Adapun untuk padi gogo sudah tercapai seluas 155 hektar di Cibogo, Kalijati dan Cipeundeuy,” pungkasnya
Reporter: Udin
Leave a comment