PENANAMAN CABAI BERTAHAP, KELOMPOK TANI MILLENIAL KOTA BOGOR LEUIT JAJAKA MENGAJAK MASYARAKAT KOTA BOGOR UNTUK SIAP MENGHADAPI KRISIS PANGAN CABAI

Bogor (KM) – ​Dewasa ini, harga pangan serba melambung tinggi mulai dari makanan pokok beras hingga bahan-bahan masakan dan bumbu dapur.

Hal ini dikarenakan banyaknya permintaan masyarakat yang terus-menerus naik yang mana supply pun terbatas. Dikatakan jika hukum “supply & demand” ini tidak berimbang dan bahkan “demand” tersebut malah melonjak tinggi, maka pelonjakan harga bahkan hingga panen yang tak maksimal pun yang akan terjadi akibat hal tersebut.

Berdasarkan data panel harga Perumda Pasar Pakuan Jaya, pertanggal (15/3), harga cabai rawit merah juga melonjak naik menjadi Rp.80.000.

​Kota Bogor sebagai kota yang asri, memiliki luas wilayah kurang lebihnya 11.850 Ha yang terdiri dari 6 kecamatan dan 68 kelurahan ini seharusnya dapat menjalani aktivitas pertanian yang dapat menopang jalannya pangan masyarakat di Kota Bogor. Akan tetapi terbatasnya pesawahan yang ada dan menambahnya properti-properti perumahan hingga gedung-gedung pabrik dan sebagainya, aktivitas pertanian ini jarang terekspos bahkan hampir hilang eksistensinya.
Ketua Kelompok Tani Millenial Leuit Jajaka, Aditya Pratama mengatakan dalam era disrupsi yang mana hari ini pangan semakin terbatas dan harganya juga naik secara signifikan,  kami mempunyai inovasi untuk diadakannya penanaman pohon cabai untuk masing-masing rumah sebanyak 5 pot.

“Hal ini yang menjadi titik dimana kami melihat di era sekarang itu orang-orang sudah jarang untuk mau menjalani profesi bertani yang kian hari kian menipis,” jelasnya.

​Dalam menghadapi hal yang tidak diinginkan tersebut, Kelompok Tani Millenial Leuit Jajaka siapkan program untuk warga kota Bogor menanam pohon cabai 5 pot per rumah agar dalam pelaksanaan pangan rumah itu, warga sudah tidak perlu khawatir dalam pelonjakan harga cabai yang secara tiba-tiba.

Reporter: Ki medi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*